08 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

GELANG SI CANTIK (GErakan Literasi mengANGkat prestaSI dengan membaCA, meNulis, dan TIK

Jenis Instansi: KABUPATEN

Instansi: Pemerintah Kabupaten Sleman

UPP: SMP Negeri 4 Pakem

Wilayah: DI Yogyakarta

Penghargaan: TOP 45/2020

Tahun: 2020

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: literasi, membaca, belajar, prestasi

Rendahnya minat baca dan belum optimalnya pemanfaatan fasilitas literasi merupakan permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini. Di sisi lain, hampir semua siswa memiliki perangkat digital berupa gawai pintar dan akses internet. Apabila hal tersebut tidak diarahkan pemanfaatannya, besar kemungkinan disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang produktif.
Kondisi inilah yang melatarbelakangi SMP Negeri 4 Pakem menginisiasi inovasi Gerakan Literasi Mengangkat Prestasi dengan Membaca, Menulis, dan TIK (Gelang Si Cantik). Inovasi ini bertujuan meningkatkan kegemaran membaca, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki sekolah maupun siswa untuk berliterasi, serta memotivasi siswa untuk membaca, menulis, dan memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan berliterasi.
Inovasi ini memiliki keunikan berupa pendekatan One Student One Product dan program-program yang menarik, serta belum dilaksanakan sekolah lain. ara siswa dilatih membiasakan diri membaca, menghargai waktu, selalu mencari tahu, dan dilatih tampil percaya diri dalam menyampaikan hasil kegiatan membaca di depan guru dan teman-temannya.
Gelang Si Cantik diterapkan melalui Reading Time, berupa pembiasaan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar; Perayaan Jumat Literasi; Karya Ilmiah Remaja (KIR); Workshop Baca Tulis untuk Guru dan Siswa; Pameran Buku dan Pameran KIR; Diskusi Buku; Jurnalistik; Lomba Literasi; Leading Sekolah Literasi; dan Perpustakaan dan Pojok Baca.
Evaluasi berkala dilakukan guna menunjang kontinuitas inovasi, baik pada pelaksanaan program maupun hasil kegiatan literasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya dampak positif inovasi, yaitu: Berkembangnya budaya literasi dan keteladanan dalam berliterasi; Munculnya hasil karya siswa dan meningkatnya prestasi akademik maupun nonakademik, baik tingkat nasional maupun internasional; Tumbuhnya kesadaran pemanfaatan gawai secara positif, sekaligus mereduksi kecanduan penggunaannya untuk hal-hal negatif; Tumbuhnya kesadaran menghargai waktu dengan membaca; Penerbitan buku-buku karya siswa dan guru; Terwujudnya antusiasme mengikuti berbagai lomba; SMP Negeri 4 Pakem menjadi Sekolah Rujukan berkaitan Gerakan Literasi Sekolah (GLS); Semakin meningkatnya jumlah koleksi di perpustakaan dan pojok baca.
Keberlanjutan inovasi ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman berupa dana BOSDA, sarana prasarana, ketersediaan koleksi perpustakaan yang memadai, dan dukungan kebijakan terkait literasi. SMP Negeri 4 Pakem pun mengupayakan keberlanjutan inovasi melalui sistem kinerja yang semakin andal, publikasi inovasi, dan kegiatan parenting aman ber medsos, serta parenting One Student One Product. Bahkan di masa pandemi COVID-19, program “One Student One Product” inipun terus berlanjut.
Gelang Si Cantik SI CANTIK telah direplikasi oleh sekolah lain. Beberapa kunjungan ke SMP Negeri 4 Pakem mengangkat tema inovasi ini, dan pernah juga disampaikan dalam Simposium Hari Guru Internasional yang diselenggarakan Kemendikbud dan UNESCO. Inovasi inipun telah terpublikasi di berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

GEMA DAYA PENTAS OKU (Gerakan Bersama Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kab. OKU)

Jenis Instansi: KABUPATEN

Instansi: Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu

UPP: Dinas Sosial

Wilayah: Sumatera Selatan

Penghargaan: TOP 99/2020

Tahun: 2020

Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tag: pelatihan, keterampilang, kesempatan kerja

J umlah disabilitas di Kabupaten OKU sebanyak 1221 orang, sebagian besar (80%) merupakan disabilitas fisik yang belum mandiri secara ekonomi karena tidak memiliki keterampilan, usaha yang sulit bekembang, keterbatasan modal/fasilitas dan belum ada kepercayaan masyarakat terhadap hasil usaha mereka. Gerakan Bersama Pemberdayaan Penyandang Disabilitas OKU (Gema Daya Pentas OKU) merupakan inovasi yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup disabilitas yang dilakukan oleh Dinas Sosial yang bekerja sama dengan beberapa instansi terkait. Sebelum inovasi dilakukan, masalah disabilitas belum menjadi perhatian utama. Program pemberdayaan disabilitas belum optimal karena hanya dilakukan oleh Dinas Sosial dengan anggaran yang bukan prioritas serta SDM yang terbatas.
Semenjak 2017, program pemberdayaan disabilitas dioptimalkan dengan pendekatan partisipasi yang mengaktifkan organisasi profesi disabilitas dan pendekatan inklusi yang mengoptimalkan peran pemangku kepentingan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari perumusan masalah sampai dengan merencanakan aksi dengan melibatkan perguruan tinggi, organisasi profesi dan sektor terkait, termasuk melakukan kampanye pada Peringatan Hari Disablitas Internasional yang menghadirkan Bupati dan seluruh stakeholders guna menimbulkan kepedulian serta dukungan lintas sektor.
Sampai 2020, terdapat 20 stakeholders yang terlibat di antaranya Dinas Tenaga Kerja yang menyelenggarakan pelatihan pengembangan wirausaha dan bantuan alat, pembinaan pemasaran oleh Rumah Kreatif BUMN Baturaja, kemudian pemberian kredit, dan modal dari perbankan dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Untuk kelancaran kemandirian disabilitas, Polres OKU telah memberikan SIM D khusus penyandang disabilitas, asuransi dari BPJS serta bantuan kaki palsu dari Yayasan Kick Andi dan Yayasan Peduli Disabilitas dari Jakarta.
Inovasi “Gema Daya Pentas OKU” telah memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi disabilitas. Penerapan inovasi ini mendorong usaha disabilitas mendapat kepercayaan dari masyarakat sehingga mampu berkembang dengan pesat. Dampak lainnya juga terlihat respons masyarakat terhadap produk yang dihasilkan oleh para disabilitas. Dari berbagai pameran dan usaha menunjukkan, para disabilitas mulai dari menerima pesanan jahitan dari sekolah TK/PAUD, Kelompok Ibu Cerdas Indonesia (KICI), majelis taklim, travel umroh dan masyarakat umum. Begitu juga usaha bengkel, montir HP, usaha tempe/ tahu dan budi daya jagung, bisnis ekspedisi, usaha pertukangan kayu, dan e-Warong Program Sembako dari Bank Mandiri. Hal ini menunjukkan potensi UKM yang dijalankan disabilitas cukup perspektif sebagai salah satu penggerak ekonomi di Kabupaten OKU. Atas keberhasilan program inovasi ini, Dinas Sosial mendapat Penghargaan Padmamitra dari Gubernur Sumatera Selatan tahun 2018.
Untuk keberlanjutan program ini, beberapa instansi telah memberikan dukungan berupa MOU dan adanya komitmen dari pemerintah untuk menyediakan rumah kreatif disabilitas, memenuhi akses dan formasi ASN. Inovasi ini bisa ditiru karena tidak perlu anggaran besar, asal memiliki tekat dan komitmen yang kuat untuk memperhatikan kualitas hidup disablitas.