Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
BANGKIT BERDAYA (Bangun Kelurahan Secara Intensif dan Terpadu Yang Berazaskan Swadaya)
Jenis Instansi: KOTA
Instansi: Pemerintah Kota Jambi
UPP: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Wilayah: Jambi
Penghargaan: TOP 45/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Tag: pembangunan, infrastruktur, partisipasi masyarakat
Banyaknya usulan pembangunan dan rehab Infrastruktur, sarana prasarana dan utiilitas perkotaan yang tidak tertangani setiap tahunnya menjadi permasalahan khas perkotaan. Sampai dengan tahun 2019 terdapat 5.720 usulan masyarakat di dalam e-planning yang belum dapat diakomodasi. Salah satu penyebab belum terlaksananya hasil Musrenbang ini adalah keterbatasan APBD Kota Jambi. Selain itu, rasa kebersamaan dan semangat kegotongroyongan di tengah-tengah masyarakat perkotaan semakin memudar. Untuk itu pemerintah berupaya mencari solusi yang inovatif untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menghemat belanja pembangunan khususnya sarana prasarana di lingkungan permukiman.
Inovasi Bangkit Berdaya menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Melalui inovasi ini masyarakat Kota Jambi dapat menikmati Infrastruktur, sarana prasarana dan utiilitas lingkungan yang memadai dan merata. Inovasi Bangkit Berdaya adalah inovasi yang original dan belum diterapkan di daerah lain.
Beberapa keunikan dan kebaruan inovasi ini adalah sebagai berikut: (1) Pemerintah hanya memberi bantuan bahan material yang akan dikerjakan oleh masyarakat secara bergotong royong, (2) Pembangunan utilitas, sarana prasarana dilakukan oleh masyarakat sejak perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pemeliharaaan, (3) Dalam program ini masyarakat juga ikut menyumbang tunai maupun nontunai. Dari 2014 s/d 2019 sumbangan masyarakat mencapai Rp. 5,98 miliar,-.(4) Keuntungan dari inovasi ini; Pemerintah Kota Jambi dapat menghemat sampai dengan 70%, waktu pelaksanaan lebih cepat, kualitas lebih terjaga bahkan masyarakat menambah sendiri bahan material jika ada kekurangan.
Untuk pengimplementasian dan menjaga efektivitas dari Bangkit Berdaya, Pemerintah Kota Jambi menjalin kemitraan dan berkoordinasi dengan RT, lurah, dan camat se-Kota Jambi. Selain itu, pemkot juga terus mendorong kebersamaan warga terlibat dengan bergotong royong membangun dan memelihara lingkungannya. Pemkot Jambi juga mengintegrasikan Bangkit Berdaya ke dalam sistem informasi perencanaan (e-planning) ,sistem informasi Pelaporan Bangkit Berdaya (e-babe) dan penyampaian keluhan dan pengaduan masyarakat disiapkan aplikasi Sikesal (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat Daring).
Masyarakat telah merasakan manfaat dari inovasi ini. Di antaranya setiap usulan dapat langsung diakomodasi dan direalisasikan. Kohesi sosial masyarakat semakin baik karena kesadaran masyarakat untuk bergotong royong dalam membangun serta menjaga fasilitas umum (sense of belonging) semakin membaik. Di samping itu juga terjadi peningkatan produktifitas dan ekonomi masyarakat.
Inovasi ini diketahui oleh masyarakat dan pemerintah karena publikasi dilakukan secara luas melalui media cetak dan elektronik, selain itu mendapatkan apresiasi ditingkat nasional (IAA, Indonesia’s Attractiveness Award tahun 2019 dari majalah Tempo) maupun internasional (Best Citizen Participation” dari IOPD, International Observatory on Participatory Democracy tahun 2017 di Montreal Quebec Canada). Ada banyak juga daerah lain yang melakukan study banding mengenai pelaksanaan Program Bangkit Berdaya ini
Berdaya Srikandi Oleh Srikandi
Jenis Instansi: KOTA
Instansi: Pemerintah Kota Parepare
UPP: Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan
Wilayah: Sulawesi Selatan
Penghargaan: TOP 99/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Kesetaraan Gender
Tag: pelatihan, keterampilang, kesempatan kerja
Kota Parepare merupakan daerah pesisir di Provinsi Sulawsi Selatan dengan luas wilayah ± 99,33 km2 memiliki 3 kecamatan 11 kelurahan pesisir dengan jumlah penduduk tahun 2017 sebanyak 1.403.710 jiwa. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan hanya 52,90% atau 11.853 jiwa dari 22.408 jiwa dibandingkan laki-laki 81,30% dari 37,250 jiwa, berpotensi pengembangan usaha produktif bagi perempuan pesisir dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia. Masalah utamanya adalah rendahnya partisipasi kerja dan produktivitas perempuan, mendoring lahirnya inovasi “Berdaya Srikandi oleh Srikandi” yang bertujuan meningkatkan Partisipasi Kerja dan Produktivitas usaha Perempuan Pesisir di Kota Parepare.
Inovasi ini memiliki keunikan karena dibangun di atas kesamaan jenis gender dalam pembinaan dan pendampingan kepada kelompok perempuan. Pendekatan melalaui (edukatif-fasilitatif) yang terintegrasi dengan strategi memanfaatkan sarjana perempuan lokal sebagai pembina dan pendamping, merupakan suatu yang baru di Kota Parepare .
Inovasi ini diluncurkan pada 1 Agustus 2017, sebelumnya diterbitkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2017 tentang SOP Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Implementasi inovasi dimulai dengan pelatihan keterampilan teknis, praktik penggunaan teknologi produksi dan studi tiru. Pendampingan untuk memotivasi anggota dalam meningkatkan produksi, menambah jenis produk, perluasan lokasi pemasaran. Hasilnya mampu meningkatkan kapasitas keterampilan teknis dan manajerial usaha, sehingga dalam kurun waktu 2 tahun mampu menggerakkan partisipasi kerja perempuan dari 70 jiwa menjadi 368 jiwa (425%) dengan 34 kelompok perempuan pesisir.
Keberlanjutan inovasi didukung oleh kebijakan Pusat dan daerah melalui Permen KP. No. 40 Tahun 2014, Peraturan Walikota Parepare No. 48 /2014 tentang Pengelolaan SDA dan Prasarana Pesisi serta dukungan dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang RPJMD dijabarkan dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir, pembiayaan dalam renja SKPD tahun 2021 sebesar Rp. 165.000.000 sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena mampu meningkatkan pendapatan dan sangat minim pencemaran lingkungan dari limbah yang dihasilkan. Pemberdayaan ini berpotensi untuk diterapkan daerah atau lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta, karena mudah dilaksanakan dan tersedia sumberdaya, sehingga mampu memberikan manfaat yang luas pada masyarakat.
