Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Aplikasi “dr. Sapto Anthro” Mudah Cepat dan Tepat untuk Penilaian dan Pemantauan Pertumbuhan Balita
Jenis Instansi: KABUPATEN
Instansi: Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
UPP: Dinas Kesehatan
Wilayah: Nusa Tenggara Barat
Penghargaan: TOP 45/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Stunting, balita, mitigasi, pertumbuhan
Permasalahan stunting dan gizi kurang serta gizi buruk belum selesai. Di antara permasalahnnya adalah perhitungan manual menggunakan baku WHO untuk menilai status gizi balita dengan parameter BB/U, PB(TB)/U, dan BB/TB , tenyata relatif sulit dilakukan. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menemukan petugas gizi yang melakukan kesalahan mencapai 70% dalam perhitungan z-score, dan waktu yang digunakan hampir 10 menit untuk menangani satu orang balita.
Kondisi ini menunjukkan penilaian status gizi menjadi relatif sulit, kurang akurat, dan relatif menghabiskan waktu bila menggunakan perhitungan manual.Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melunurkan inovasi berbasis aplikasi android “dr. Sapto-Anthro”. Tujuan inovasi ini tentu saja untuk mempermudah, mempercepat, meningkatkan akurasi serta penemuan dan intervensi status gizi Balita di Lombok Barat. Aplikasi ini telah diunduh melalui Playstore oleh sebanyak 5 ribu perangkat. Ini belum termasuk pemasangan secara luring yang jumlahnya belum dapat dipastikan.
Dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat dapat melakukan skrining status gizi sebagai sebelum diverifikasi petugas kesehatan. Aplikasi ini lebih baik karena portable, perhitungan otomatis, melibatkan masyarakat, mudah digunakan, dan lebih lengkap.
Pengujian dilakukan kepada petugas gizi (n=5) dan ibu Balita (n=25) di wilayah kerja Puskesmas Sekotong, pada Juli 201Pengujian menunjukkan, petugas gizi jika menggunakan aplikasi ini, 7 kali lebih cepat, dan kesalahan perhitungan 0%. Pengujian persepsi petugas, didapatkan kemudahan melakukan kemudahan perhitungan z-score, penentuan status gizi, dan kecepatan perhitungan. Pengujian persepsi ibu Balita didapatkan aplikasi ini mudah-sangat mudah digunakan pada 96% reponden, padahal 4% reponden tidak tamat SD.
Dampak aplikasi ini terjadi peningkatan temuan kasus gizi buruk dua kali lipat dari tahun sebelumnya (2018), dan meningkatkan dua kali lipat kecepatan perbaikan gizi oleh dokter dan petugas gizi . Target lain aplikasi ini adalah orang tua anak dan guru. Jika ditemukan permasalah gizi maka aplikasi menawarkan pelaporan ke petugas kesehatan Puskesmas via WhatsApp/SMS untuk diverifikasi. Aplikasi ini juga dapat menyimpan data pengukuran anak, identitas anak dan keluarga, dan lokasi rumah berdasarkan titik koordinat. Titik koordinat ini menjadi data primer sebaran kasus gizi.
Peran Pemda sangat besar, mulai dari sosialisasi dan pengembangan penggunaan aplikasi, sehingga aplikasi ini diharapkan dapat digunakan oleh seluruh Puskesmas, kader Posyandu dan masyarakat Kabupaten Lombok Barat pada khususnya dan seluruh masyarakat di Indonesia. Dukungan sangat besar diberikan Tim Dinas Kesehatan, terutama dalam evaluasi dan pengembangan inovasi ini, sehingga lebih sempurna.
Ayo Ceting (Cegah Stunting)
Jenis Instansi: KOTA
Instansi: Pemerintah Kota Padang
UPP: Puskesmas Andalas
Wilayah: Sumatera Barat
Penghargaan: TOP 99/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan
Tag: Stunting, balita, mitigasi, pertumbuhan
Kasus stunting di Puskesmas Andalas menujukkan angka 26.9% pada 201Hal ini menjadi permasalahan yang harus segera dituntaskan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengkolaborasikan pemberdayaan masyarakat dan teknologi informasi dalam sebuah program Ayo Ceting (Ayo Cegah Stunting). Program ini mengintervensi kelompok sasaran ibu hamil, ibu bayi dan ibu balita, untuk mencegah kejadian stunting melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman stunting dan pencegahannya, meningkatkan kualitas gizi serta akses layanan gizi.
Ayo Ceting terdiri atas tiga paket kegiatan yaitu pertama Grup Whatsapp Ibu hamil, sebagai media komunikasi dan diskusi kesehatan ibu hamil se Kecamatan Padang Timur, serta “Live Discussion” dengan Dokter Spesialis yang terlibat secara sukarela. Kedua, Rumah Gizi, ini merupakan wadah untuk mengintervensi bayi dan balita dengan masalah gizi agar tidak menjadi Stunting. Dibentuk atas inisiasi masyarakat dengan struktur kepengurusan dari masyarakat sekitar. Kegiatan praktek pengolahan makanan dan edukasi pola asuh. Bahan pangan ditanam, dibudidayakan di rumah gizi dan di rumah warga serta sumbangan masyarakat. Ketiga, Aplikasi Ayo Ceting, media edukasi digital, didukung fitur pencatatan dan pemantauan gizi ibu hamil, bayi dan balita. serta layanan pendaftaran dan konsultasi online. Masyarakat diberdayakan untuk aktif meningkatkan pengetahuan secara mandiri, dikemas lebih atraktif, mudah diakses kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Masyarakat secara mandiri melaporkan data sehingga sejalan dengan program social distancing. Masyarakat tetap mendapat pemantauan kesehatan tanpa harus keluar rumah.
Ayo Ceting dimulai dengan advokasi, sosialisasi, penggalangan komitmen, pelatihan kader serta evaluasi kinerja, yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pendanaan berasal dari swadaya masyarakat dan didukung dana Biaya Operasional Kegiatan (BOK) dan BLUD Puskesmas. Lintas sektor yang terlibat diantaranya kelurahan, kecamatan, PKK, DP3AP2KB, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian serta Bagian Humas Kota Padang.
Keberlanjutan Ayo Ceting sangat dimungkinkan dilihat dari keterlibatan masyarakat dan pemerintah serta manfaat yang dirasakan langsung oleh ibu hamil, ibu bayi dan ibu balita. Ayo Ceting sudah diadopsi untuk dilaksanakan di seluruh Puskesmas Kota Padang sesuai Perwako No. 64 Tahun 2020 dan SK Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang No. 800/1935A/ Sekre-Umum/201Program ini sangat relevan di era Pandemi Covid-19, sehingga berpotensi untuk diadopsi secara nasional.
