08 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Kampung Garam Kebumen

Jenis Instansi: KABUPATEN

Instansi: Pemerintah Kabupaten Kebumen

UPP: Dinas Kelautan dan Perikanan

Wilayah: Jawa Tengah

Penghargaan: TOP 99/2020

Tahun: 2020

Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan

Tag: pemberdayaan masyarakat, garam, produksi

Indonesia 77 persen wilayahnya adalah perairan laut yang merupakan bahan baku garam. Namun, potensi tersebut belum menjadikan Indonesia dapat berswasembada garam. Sampai saat ini, kebutuhan garam nasional sebesar 4,2 ton masih bergantung pada import dari luar negeri yang jumlahnya sebesar 2,5 juta ton.
Pesisir Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari pesisir selatan jawa sepanjang pantai 57,5 km yang merupakan bahan baku untuk produksi garam. Kebutuhan garam konsumsi untuk masyarakat 1,3 juta jiwa masih bergantung import dari luar daerah sebesar 4.191 ton/tahun.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen mencoba mencukupi kebutuhan garam konsumsi sendiri dengan memproduksi garam sendiri untuk memperkuat ketahanan pangan produk garam melalui inovasi Kampung Garam Kebumen.
Tahapan Implementasi Kampung Garam Kebumen yaitu Tahap I Perencanaan, dengan pembentukan Tim Inovasi, penyusunan masterplan, dan Riset Unggulan Daerah, Tahap II Pelaksanaan dengan koordinasi stakeholders, pelatihan dan pemberian akses teknologi, pengembangan kelembagaan, pembuatan demplot produksi dan pengolahan garam, pengadaan sarpras, fasilitasi pengujian mutu, fasilitasi perizinan, launching, fasilitasi promosi dan pemasaran, dan pengembangan ke wilayah lain. Tahap III Monev, dilakukan oleh Tim Inovasi Internal dan Aparatur Pengawas Internal Pemerintah.
Hasil efektif yang diperoleh dari Kampung Garam Kebumen adalah produksi garam konsumsi dengan kualitas tinggi, telah kerjasama/MoU dengan PT Kimia Farma untuk pemasaran garam farmasi, telah memiliki ijin edar dari Badan POM RI dan Standar Nasional Indonesia, proses produksi dan pengolahan tidak merusak lingkungan/zero waste dan mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah.
Kampung Garam Kebumen berdampak pada produksi dan pengolahan garam yang terus meningkat kuantitas dan kualitasnya dengan produksi 120,36 ton dengan kadar NaCl 97,73%. Dampak multiplayer effect bagi pembukaan lapangan kerja baru bagi petambak garam (termasuk rumah tangga miskin dan perempuan) dengan dengan pembinaan kelembagaan kelompok usaha garam rakyat dan koperasi serta pengembangan edu wisata.
Kampung Garam Kebumen ini terjamin keberlanjutan karena didukung faktor lahan, bahan baku, iklim, tenaga kerja, kualitas hasil produksi dan pangsa pasar yang tersedia.
Eksistensi Pengembangan Kampung Garam Kebumen didukung dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016 Tentang pemberdayaan Petambak Garam, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut, Perpres Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan, Dokumen masterplan usaha garam Tahun 2021-2006, Kawasan usaha garam pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kebumen 2011-2031 dan Pengembangan usaha garam pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2021-2026.
Kampung Garam Kebumen yang pada awalnya dikembangkan di Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit, saat ini telah berkembang di empat wilayah lainnya di Kabupaten Kebumen dan telah direplikasi oleh daerah lain dengan pengembangan kampung garam di wilayahnya.

Kelola Listrik Komunal Muara Enggelam (KLIK ME)

Jenis Instansi: KABUPATEN

Instansi: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

UPP: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

Wilayah: Kalimantan Timur

Penghargaan: TOP 99/2020

Tahun: 2020

Kategori SDG’s: Energi Bersih dan Terjangkau

Tag: Listrik, energi terbarukan

J auh, tertinggal, minim infrastruktur, tidak ada akses darat menjadi kendala yang dialami Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakatnya yang tersebar di wilayah yang luas (27.263,10 km2 ) dengan kondisi geografis yang cukup sulit (sungai, danau dan pulau). Data menunjukan masih terdapat 16 dari 237 Kelurahan/Desa di Kabupaten Kutai Kartanegara yang hingga saat ini masih belum teraliri Listrik PLN, salah satunya Desa Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis yang berada di daerah perairan Danau Melintang.
Pembangunan PLTS Komunal merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Desa Muara Enggelam, dimana sebelumnya penerangan rumah tangga hanya menggunakan genset desa, dan hanya dinikmati masyarakat tertentu dengan biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp. 30.000,-/hari dengan jam operasional selama 6 jam/hari.
“KLIK ME” telah mampu memenuhi ketersediaan listrik selama 24 jam bagi 752 jiwa (182 KK) dengan tarif yang lebih murah yaitu sebesar Rp. 3.000/hari bagi masyarakat yang mampu dan hanya Rp. 9,-/Watt yang terpakai bagi masyarakat tidak mampu. Kondisi inilah yang selama ini menjadi impian bagi masyarakat Desa Muara Enggelam.
Berdasarkan laporan keuangan BUMDesa sejak Maret 2015 s/d Juni 2020, dari “KLIK ME” yang dilakukan secara swadaya, transparan dan akuntabel, BUMDesa “Bersinar Desaku” telah mendapat pemasukkan sebesar Rp. 1.245.688.200,- dengan Asset yang dikelola sebesar Rp. 6.002.523.457,-
Selanjutnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan perekonomian masyarakat, maka permintaan terhadap kebutuhan energi listrik semakin meningkat sehingga BUMDesa “Bersinar Desaku” Muara Enggelam dengan pendapatan yang ada mulai mengembangkan penambahan daya pembangkit listrik komunal dan membentuk unit-unit usaha lainnya seperti budidaya burung walet, usaha air minum isi ulang, TV Kabel berbayar, moulding dan pasar desa.
Pengelolaan “KLIK ME” melalui BUMDesa “Bersinar Desaku” telah merubah wajah Desa Muara Enggelam secara drastis/signifikan, diantaranya dengan beberapa capaian prestasi sebagai berikut :
Perubahan status desa dari Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Berkembang pada tahun 2020.
Peningkatan APBDesa Muara Enggelam melalui penyisihan 25% pendapatan dari BUMDesa setiap tahunnya.
Top Sinovik pada Tahun 2018
Pemenang Festival Gapura Cinta Negeri pada Tahun 2019
BUMDesa Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019
Top Sinovik 99 pada tahun 2020
Tingkat partisipasi politik tertinggi tingkat kabupaten dalam pemilihan umum yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara.