06 May, 2026

Direktori Inovasi

3 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

BUMI KRAKSAAN (Budidaya Udang Vanamei Kolam Bundar menggunakan RAS di Media Air Laut Buatan)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Probolinggo

UPP: Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 45/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB

Udang vanamei merupakan komoditas ekonomis penting yang menjadi primadona ekspor. Tahun 2021 produksi udang vanamei Kabupaten Probolinggo sebesar 10.765,7 ton, menyumbang 84% dari total produksi budidaya dengan nilai ekonomi sebesar 788,7 M. Potensi budidaya udang vanamei ini dapat menjadi pengungkit pendapatan pembudidaya kecil, namun peluang ini belum dapat dimanfaatkan, dikarenakan:Usaha ini bersifat padat modal, biaya investasi besar.Membutuhkan lahan luas, di sekitar pantai karena memerlukan air laut.Teknik budidaya yang tidak sederhana dan membutuhkan pengelolaan yang intensif.Inovasi BUMI KRAKSAAN (Budidaya Udang Vanamei Kolam Bundar menggunakan RAS di Media Air Laut Buatan) yang digagas Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, membuat sistem budidaya udang vanamei yang terjangkau, berskala rumah tangga, teknologi mudah, mengoptimalkan air laut buatan, dapat diterapkan dimana saja dan menghasilkan pendapatan yang memadai. Hasil budidaya sistem  BUMI KRAKSAAN ini diperoleh:Produktifitas panen 5 kg/m3, lebih tinggi 2-3 kali lipat dibandingkan produktifitas panen di tambak.Keuntungan sebesar 50% dari biaya operasional, lebih tinggi dibandingkan keuntungan pembudidaya ikan air tawar.Mampu menyerap tenaga kerja dan menjadi lapangan usaha baru bagi masyarakat.Hal ini menjadikan BUMI KRAKSAAN sebagai peluang usaha yang prospektif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan terbukti memberikan penghasilan yang memadai.https://drive.google.com/drive/folders/1oQaol2hUT_ELLF8GSW3fOqucOaz6ojYR?usp=sharing 

INOVASI SILOTUS PAKPAK BHARAT

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat

UPP: Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat – Provinsi Sumatera Utara

Wilayah: Sumatera Utara

Penghargaan: Top 99/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB

Implementasi : Sistem Layanan Operasional Partus (SILOTUS), partus adalah kata dalam bahasa batak artinya Ibu Melahirka, dikembangkan karena rendahnya persalinan yang dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat sebelum Tahun 2014. Program ini dilaksanakan dengan kerjasama antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan, Perangkat Desa, dan masyarakat. SILOTUS dilaksanakan dengan menyediakan kendaraan sejenis ambulans, dilengkapi dengan peralatan medis dan tenaga medis yang dibutuhkan. Ibu yang akan melahirkan dijemput kendaraan SILOTUS dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dapat melakukan persalinan yang nyaman, steril dan sehat. Dampak : SILOTUS berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pakpak Bharat. Ibu hamil melakukan persalinan yang aman pada fasilitas kesehatan yang memadai dengan dijemput kendaraan SILOTUS. Keluarga ibu hamil tidak perlu menyediakan kendaraan sendiri untuk mengantarkan ke fasilitas kesehatan yang untuk beberapa wilayah di Kabupaten Pakpak Bharat cukup jauh dari rumah penduduk. SILOTUS berhasil meningkatkan angka persalinan pada fasilitas kesehatan dari 6,13% (2014) menjadi 98,69% (2018). Kesesuaian Kategori : Program SILOTUS memberikan akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi menjadi mudah terjangkau, berkualitas, setara dan merata bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat. Kesehatan ibu dan bayi sebagai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan dengan indikator penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi dapat diwujudkan melalui SILOTUS.