08 May, 2026

Direktori Inovasi

5 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

GELIMASJIWO (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwo)

Jenis Instansi: KABUPATEN

Instansi: Pemerintah Kabupaten Bantul

UPP: Puskesmas Kasihan II

Wilayah: DI Yogyakarta

Penghargaan: TOP 99/2020

Tahun: 2020

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: partisipasi masyarakat, kesehatan

Hasil Riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tertingi di Indonesia ada di provinsi D.I Yogyakarta. Angkanya 2,7 per mil. Tahun 2017 Puskesmas Kasihan II memiliki data ODGJ sebanyak 248 orang. Angka ini tertinggi di Kabupaten Bantul. Salah satu penyebab persoalan ini adalah rendahnya keterlibatan masyarakat dan dukungan lintas sektor. Padahal, penanganan ODGJ memerlukan kepedulian semua pihak terutama orang-orang di sekitarnya agar mereka dapat pulih dan kembali fungsi sosialnya.
Rendahnya kepedulian masyarakat menga kibatkan masalah kompleks pada ODGJ. Antara lain menggelandang, kekerasan seksual, tidak mandi, terkurung ataupun dipasung, tidak mempunyai dokumen kependudukan serta mengalami stigma ODGJ berbahaya, menakutkan dan menjijikkan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut Puskesmas Kasihan II, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul melakukan inovasi Gelimasjiwo (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwo). Inovasi Gelimasjiwo hadir untuk meningkatkan kepedulian dan kemandirian masyarakat agar ODGJ berdaya serta mandiri.
Pelaksanaan Inovasi Gelimasjiwo melibatkan lintas sektor di Kecamatan Kasihan, RS, perguruan tinggi hingga lintas kementerian. Bentuk kegiatan Inovasi GelimasJiwo adalah pelatihan kader, kunjungan rumah untuk pendataan, pengobatan dan pendampingan, pengurusan dokumen kependudukan (kartu C1, KTP) dan jaminan kesehatan, rujukan ke puskesmas atau rumah sakit dan panti serta rujukan magang kerja dan penanganan pemasungan dan penelantaran serta rehabilitasi medis, sosial, spiritual, fisik berbasis masyarakat melalui berbagai pelatihan dari sampah, batik, makanan sampai pertanian organik.
Inovasi Gelimasjiwo memiliki keunikan, di antaranya :
All for one, yaitu layanan Gelimasjiwo didukung oleh Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Kecamatan Kasihan
Adanya kearifan lokal “nguwongke uwong” atau memanusiakan manusia
Dari, oleh dan untuk masyarakat namun dibimbing profesional dan lintas sektor serta kemitraan
Memberikan pelayanan sejak ditemukan sampai pulih secara fungsi maupun sosialnya.
Dampak inovasi Gelimasjiwo antara lain sebagai berikut :
Meningkatkan pemulihan ODGJ melalui rehabilitasi naik 430% (dari 20 menjadi 86)
Memangkas biaya dan akses transportasi rujukan dari Rp. 2.000.000,- hingga Rp.0,-
Mendekatkan layanan dari seharusnya ke RSj 25 KM menjadi cukup dirumah saja
Rujukan siaga 24 jam meski bukan Puskesmas 24 jam
Penemuan dan penanganan ODGJ melampaui target (110%)
Peningkatan derajat kesehatan melalui capaian pengobatan ODGJ naik 80,39 % (dari 30,61% menjadi 110%)
Mencegah penggelandangan hingga 100%
Mecapai bebas pasung sebelum 2020 Terbentuknya kelompok layanan kepedulian ODGJ untuk semua desa diwilayah kerja Puskesmas Kasihan 2.

Jemput Bola, Rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El) Langsung Cetak Di Tempat (JAM KUNCI)

Jenis Instansi: KABUPATEN

Instansi: Pemerintah Kabupaten Banyuasin

UPP: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Wilayah: Sumatera Selatan

Penghargaan: TOP 45/2020

Tahun: 2020

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: kependudukan, pencatatan sipil, kemudahan akses

Hasil Riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tertingi di Indonesia ada di provinsi D.I Yogyakarta. Angkanya 2,7 per mil. Tahun 2017 Puskesmas Kasihan II memiliki data ODGJ sebanyak 248 orang. Angka ini tertinggi di Kabupaten Bantul. Salah satu penyebab persoalan ini adalah rendahnya keterlibatan masyarakat dan dukungan lintas sektor. Padahal, penanganan ODGJ memerlukan kepedulian semua pihak terutama orang-orang di sekitarnya agar mereka dapat pulih dan kembali fungsi sosialnya.
Rendahnya kepedulian masyarakat menga kibatkan masalah kompleks pada ODGJ. Antara lain menggelandang, kekerasan seksual, tidak mandi, terkurung ataupun dipasung, tidak mempunyai dokumen kependudukan serta mengalami stigma ODGJ berbahaya, menakutkan dan menjijikkan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut Puskesmas Kasihan II, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul melakukan inovasi Gelimasjiwo (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwo). Inovasi Gelimasjiwo hadir untuk meningkatkan kepedulian dan kemandirian masyarakat agar ODGJ berdaya serta mandiri.
Pelaksanaan Inovasi Gelimasjiwo melibatkan lintas sektor di Kecamatan Kasihan, RS, perguruan tinggi hingga lintas kementerian. Bentuk kegiatan Inovasi GelimasJiwo adalah pelatihan kader, kunjungan rumah untuk pendataan, pengobatan dan pendampingan, pengurusan dokumen kependudukan (kartu C1, KTP) dan jaminan kesehatan, rujukan ke puskesmas atau rumah sakit dan panti serta rujukan magang kerja dan penanganan pemasungan dan penelantaran serta rehabilitasi medis, sosial, spiritual, fisik berbasis masyarakat melalui berbagai pelatihan dari sampah, batik, makanan sampai pertanian organik.
Inovasi Gelimasjiwo memiliki keunikan, di antaranya :
All for one, yaitu layanan Gelimasjiwo didukung oleh Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Kecamatan Kasihan
Adanya kearifan lokal “nguwongke uwong” atau memanusiakan manusia
Dari, oleh dan untuk masyarakat namun dibimbing profesional dan lintas sektor serta kemitraan
Memberikan pelayanan sejak ditemukan sampai pulih secara fungsi maupun sosialnya.
Dampak inovasi Gelimasjiwo antara lain sebagai berikut :
Meningkatkan pemulihan ODGJ melalui rehabilitasi naik 430% (dari 20 menjadi 86)
Memangkas biaya dan akses transportasi rujukan dari Rp. 2.000.000,- hingga Rp.0,-
Mendekatkan layanan dari seharusnya ke RSj 25 KM menjadi cukup dirumah saja
Rujukan siaga 24 jam meski bukan Puskesmas 24 jam
Penemuan dan penanganan ODGJ melampaui target (110%)
Peningkatan derajat kesehatan melalui capaian pengobatan ODGJ naik 80,39 % (dari 30,61% menjadi 110%)
Mencegah penggelandangan hingga 100%
Mecapai bebas pasung sebelum 2020 Terbentuknya kelompok layanan kepedulian ODGJ untuk semua desa diwilayah kerja Puskesmas Kasihan 2.