Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) untuk Peningkatan Perekonomian Nelayan Indonesia
Jenis Instansi: LEMBAGA
Instansi: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
UPP: Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: TOP 99/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Tag: digital, informasi, perikanan, pemanfaatan,
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meluncurkan “Informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) untuk Peningkatan Perekonomian Nelayan Indonesia”. Inovasi ini dirancang untuk memberikan kepastian lokasi penangkapan ikan berbasis data satelit penginderaan jauh. Inovasi ini mampu menjawab kesulitan nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan yang selama ini menggunakan cara-cara tradisional yang memiliki risiko ketidakpastian tinggi dan bersifat spekulatif.
Inovasi dirancang berdasarkan sistem otomatisasi produksi dan diseminasi informasi ZPPI yang dikemas dalam perangkat lunak ZAP (ZPPI Auto Processing) versi 2.0 berbasis desktop. Sistem ini secara otomatis mengolah dan mengirimkan informasi ZPPI ke pengguna sekitar 1 s.d. 2 jam dari waktu lintasan satelit Terra/Aqua MODIS dan SNPP-VIIRS dengan cakupan seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Indonesia (yang terbagi dalam 24 Project Area/PA, dengan ukuran peta 6° x 7° bujur-lintang koordinat geografis).
Hasil keluaran sistem ini berupa data SPL, Klorofil-a (format GeoTiFF) dan informasi ZPPI (garis front suhu & titik koordinat ZPPI) di 24 PA dengan 6 format file yaitu PDF, KMZ, SHP, CSV, JSON, dan XML. Pilihan format itu bertujuan untuk memudahkan pembacaan dengan menggunakan berbagai aplikasi. Informasi ZPPI bersifat near real time dengan frekuensi 2-6 kali dalam sehari sesuai lintasan satelit dan dikirimkan ke pengguna sesuai daerah operasi penangkapannya melalui email atau FTP dan tidak terbuka umum, sebagai fungsi pengaturan dan pengendalian serta menghindari konflik di lokasi penangkapan ikan.
Implementasi inovasi ini telah dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia seperti Indramayu, Gorontalo, Demak, Mamuju dll.
Untuk mengoptimalkan pemahaman dan teknik pemanfaatannya, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN menyelenggarakan bimtek untuk pengoperasian alat bantu seperti GPS, fishfinder & gawai elektronik navigasi nelayan marlin] kepada nelayan, diskanla, dll. Selain itum juga dilakukan ujicoba ke lokasi ZPPI.
Berdasarkan respons balik dari pengguna, efektifitas pemanfaatan inovasi ini sangat membantu penentuan lokasi dan efisiensi operasi penangkapan ikan (waktu melaut menjadi lebih singkat [kapal > 10 GT hasil tangkapan diperoleh dalam 1 minggu, sebelumnya diperlukan 2 minggu) dan peningkatan hasil tangkapan (hasil tangkapan relatif lebih banyak dibanding yang tidak menggunakan inovasi ini dengan masa operasi yang sama), serta memudahkan pemantauan illegal fishing (lokasi ZPPI sebagai acuan pemantaun kegiatan operasi penangkapan ikan di seluruh perairan Indonesia).
Keberlanjutan inovasi senantiasa diupayakan melalui kegiatan Litbangjirap Pemanfaatan Inderaja untuk perikanan tangkap serta peningkatan kualitas layanan data dan informasi ZPPI maupun informasi lain terkait operasi penangkapan ikan sesuai kebutuhan pengguna. Replikasi inovasi sistem produksi dan diseminasi informasi ZPPI ini telah dilakukan pada program hilirisasi pemanfaatan teknologi keantariksaan melalui kerja sama dan perjanjian lisensi komersialisasi (non-ekslusif) ZAP 2.0 antara LAPAN dengan PT. MARLIN pada 2019.
Melintasi Batas Ruang Kelas Bersama Jogjabelajar Class
Jenis Instansi: PROVINSI
Instansi: Pemerintah Provinsi D. I. Yogyakarta
UPP: Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga
Wilayah: DI Yogyakarta
Penghargaan: TOP 45/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas
Tag: digital, pendidikan, belajar
Kesenjangan digital, ditambah dengan kondisi geografis yang sangat beragam di Indonesia, menyebabkan terjadinya perbedaan kualitas pendidikan yang cukup besar antar-wilayah. Perbedaan ini misalnya dapat dibuktikan apabila membandingkan pendidikan di Jawa dan luar Jawa. Dalam sebuah makalah ilmiah disampaikan, pemerintah bertanggungjawab untuk memimpin program pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi digital.
Berangkat dari persoalan inilah, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta berinovasi mengembangkan sebuah layanan kelas maya bernama Jogja Belajar Class. Jogja Belajar Class merupakan sebuah layanan kelas maya yang dirancang agar pembelajaran konvensional dapat dengan mudah dilaksanakan secara daring (online). Jogja Belajar Class dikembangkan oleh Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Dikpora DIY dengan sasaran pendidik dan peserta didik di wilayah DIY, untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
JB CLASS dikembangkan karena adanya permasalahan dalam proses pembelajaran konvensional yang semata mengandalkan mekanisme tatap muka di ruang kelas, sehingga interaksi siswa dan guru nyaris terhenti ketika proses belajar mengajar selesai dilakukan di kelas. Padahal, dunia telah berubah, teknologi berkembang pesat, gaya belajar siswa pun menyesuaikan dinamika ini. Perkembangan teknologi digital memungkinkan interaksi proses belajar mengajar dapat terus berlangsung meskipun tatap muka di kelas telah selesai dan guru serta siswa telah berada di tempat berbeda
Keunikan dari inovasi Jogja Belajar Class (JB CLASS) adalah layanan kelas maya ini dirancang secara khusus (specifically designed) untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran dari para guru dan siswa di DIY, diantaranya adalah kemudahan konfigurasi kelas dan dimungkinkannya orang tua siswa untuk memantau perkembangan anaknya secara daring, serta akses ke seluruh media pembelajaran secara gratis.
Keberadaan kelas maya menjadi sangat krusial ketika pembelajaran konvensional tidak dapat dilaksanakan secara normal, misalnya pada masa pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini. Pandemi Covid-19 semakin menegaskan bahwa Jogjabelajar Class harus terus berkembang guna memenuhi kebutuhan siswa dan guru. Masifnya akses pengguna di masa awal periode belajar di rumah, mengharuskan Jogjabelajar dirancang supaya lebih handal. Keberlanjutan pengembangan JB Class telah menjadi salah satu fokus program pendidikan di DIY.
Jogjabelajar Class telah diimplementasikan di DIY dan sangat dirasakan manfaatnya bagi kegiatan pembelajaran. Jika dikehendaki, Jogjabelajar Class dapat direplikasi, dimodifikasi dan diimplementasikan di wilayah lain di mana pun di Indonesia. Yang perlu dilakukan hanyalah penyesuaian database sekolah, guru dan siswa yang berisi NPSN, NUPTK dan NISN.
Melalui implementasi pemanfaatan TIK yang efektif diharapkan dapat membantu pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan, tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, namun juga di seluruh Indonesia.
