07 May, 2026

Direktori Inovasi

4 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

SAPU KUWAT-SILA KIA (Pengembangan Si-Rela dan KIA)

Jenis Instansi: Kota

Instansi: Pemerintah Kota Surakarta

UPP: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Wilayah: Jawa Tengah

Penghargaan: TOP 15 KHUSUS/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: pencatatan kelahiran, dokumen kependudukan, dukcapil, jaminan kesehatan

Dalam rangka mewujudkan good governance, Pemerintah Kota Surakarta selalu dituntut untuk memahami apa yang dibutuhkan masyarakat agar keadilan dan kesejahteraan warga tercapai. Good governance dan pelayanan prima memiliki hubungan proses dan output. Jika proses kegiatan pemerintahan didasarkan atas prinsip-prinsip good governance, maka hasilnya adalah pelayanan prima, dan dampaknya adalah keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Satu Paket Urusan Kependudukan Warga Terpenuhi dan Simpanan Pelajar Kartu Identitas Anak (SAPU KUWAT-SILA KIA) merupakan inovasi yang berprinsip pada pelayanan yang membahagiakan masyarakat, karena mudah, cepat, gratis, dan fasilitasnya menarik.

SAPU KUWAT merupakan inovasi layanan dokumen administrasi kependudukan khusus untuk pencatatan kelahiran. Ketika warga melahirkan di 19 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) mitra SAPU KUWAT, maka proses pengurusan akan secara otomatis dilakukan pihak rumah sakit ke Dinas Dukcapil secara online melalui aplikasi SIAK. Untuk warga yang melahirkan di luar 19 mitra SAPU KUWAT, dapat melaporkan peristiwa kelahiran ke kelurahan setempat, lalu operator di kelurahan akan memprosesnya via SIAK. Satu paket luaran berupa akta kelahiran, KK tambah jiwa, dan Kartu Identitas Anak. Yang istimewa dari SAPU KUWAT adalah layanan ini terintegrasi dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan akses jaminan kesehatan nasional sedini mungkin kepada warga Solo dengan memberikan e-ID JKN PBI yang manfaatnya selain untuk warga juga untuk layanan BPJS menjadi lebih tepat guna karena pemutakhiran data secara real-time. Dengan SAPU KUWAT, warga juga mendapatkan bonus buku cerita Bolokuncoro (Bocah Solo Tekun Moco Aksoro) serta Kartu ucapan selamat atas kelahiran dari Walikota Surakarta.

Kemudian bagi anak Solo yang sudah memiliki akta kelahiran dan kartu identitas anak, Pemerintah Kota Surakarta memberikan reward berupa fasilitas menarik yaitu diskon 5% s.d. 50% di setiap transaksi pada 74 mitra kerja KIA berupa toko seragam dan peralatan sekolah, toko buku, toko sepatu, kursus komputer, kursus musik, spot kolam renang dan olahraga di beberapa hotel di Solo, restaurant, klinik, tempat wisata dan masih banyak lagi usaha lainnya. Diskon tersebut akan langsung tersimpan di rekening SILA KIA, yaitu rekening “spesial” dari BNI 46 dengan izin OJK, yang bebas biaya administrasi sampai dengan anak berusia 17 tahun. Tabungan dari diskon tersebut hanya bisa diambil pada saat anak berusia 17 tahun atau berpindah domisili atau meninggal dunia. Inovasi ini secara sinergis mampu merangsang warga lainnya agar tertib administrasi kependudukan sehingga menigkatkan cakupan kepemilikan akta kelahiran hingga 99,72%. SAPU KUWAT-SILA KIA, inovasi yang berbasis aplikasi dan sekaligus menjadi solusi pada masa pandemi, saat tatap muka dibatasi.

Wirausaha Pintar (Kewirausahaan Aparatur Sipil Negara dan Pensiunan untuk Kesejahteraan)

Jenis Instansi: BUMN

Instansi: PT Taspen (Persero)

UPP: Divisi Layanan Pemasaran dan Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: 5 OAPSI/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tag: jaminan kesejahteraan pensiun, hari tua, wairausaha

Berdasarkan survei The Power of Protection, Confidence in The Future (HSBC, 2015), 1 dari 3 orang Indonesia belum menyiapkan jaminan kesejahteraan pensiun bahkan 9 dari 10 orang merasa tidak siap menghadapi pensiun. Hal ini juga terjadi pada Pensiunan ASN yang mengalami penurunan pendapatan >70%. Di sisi lain, nilai manfaat pemenuhan kebutuhan hari tua di Indonesia kurang dari 18,8%, lebih rendah dibandingkan dengan standar ILO (40%), sehingga dibutuhkan peningkatan pendapatan di masa pensiun.

Program WIRAUSAHA PINTAR melakukan pembaruan dengan: Sistem monitoring yang terfokus berdasarkan jenis bidang usaha; Pelatihan dan pendampingan dengan menerapkan prokes Covid-19 dan dilakukan secara daring; Kerjasama dengan pihak ketiga dalam penyediaan produk dan pengelolaan wirausaha; Penyaluran pinjaman modal usaha produktif guna mendorong program pemulihan ekonomi penanganan Covid-19 Indonesia.

Dengan WIRAUSAHA PINTAR, proses peminjaman dana lebih cepat dan mendapat special rate melalui Bank Mantap dan BRI. Adapun peminjaman modal melalui PKBL Taspen hanya dikenakan biaya administrasi jasa sebesar 3% pertahun (<bunga KUR).

Strategi keberlanjutan dirancang untuk eksternal dan internal: Strategi eksternal: Memperluas kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Pejabat dari Kemenko Bidang Perekonomian, dan Bank BUMN untuk mendukung kesejahteraan ASN melalui WIRAUSAHA PINTAR. Strategi internal: Memberikan pembekalan kepada karyawan dengan mengundang motivator wirausaha handal dan pelatihan ISO 26000 SR tentang panduan internasional mengenai CSR.

Dalam perjalanannya, WIRAUSAHA PINTAR dimulai dari Kantor Pusat, kemudian oleh 57 Kantor Cabang. Selanjutnya, dilakukan mitra seperti Bank Mantap melalui program 3M (Mantap-Mencari- Mentor). Pada tahun 2021, berdasarkan Surat Kementerian BUMN, Taspen ditunjuk menjadi koordinator klaster asuransi sosial dengan anggota ASABRI, melaksanakan Sinergi program WIRAUSAHA PINTAR melalui pelatihan, pendampingan, dan penyaluran dana bersama. Sejak Februari s.d. April 2021, terdapat 611 peserta pelatihan, 337 peserta pendampingan, dan penyaluran dana sebesar Rp 7.109.500.000.

Program ini dapat direplikasi oleh instansi/ perusahaan lain guna meningkatkan kesejahteraan melalui program entrepreneurship. Bahkan, pada tahun 2019, GEPS Korea Selatan melakukan benchmark program WIRAUSAHA PINTAR.

Keberlanjutan WIRAUSAHA PINTAR dapat dilihat dari penambahan jumlah peserta dari tahun 2019 saat ditetapkan sebagai Top Inovasi Terpuji yakni:

Program 2019 2020 April 2021
Pelatihan 16.620 27.452 (↑65%) 22.230
Pendampingan – 641 403

Nilai tambah & manfaat WIRAUSAHA PINTAR yakni memberikan peluang, kemudahan, dan kesempatan peningkatan kesejahteraan bagi ASN, pensiunan ASN, dan masyarakat sekitar.

Penyempurnaan inovasi dilakukan melalui efisiensi biaya, tenaga, meminimalisir penyebaran Covid-19, fleksibilitas konsep usaha dan teknologi yang memudahkan pencatatan cash flow, serta memperluas jaringan kerjasama waralaba lainnya bagi peserta WIRAUSAHA PINTAR.