Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
SIPELANDUKILAT (Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Pedalaman dan Perbatasan) SMART
Jenis Instansi: Provinsi
Instansi: Provinsi Kalimantan Utara
UPP: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Wilayah: Kalimantan Utara
Penghargaan: 5 OAPSI/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: digital, aplikasi, web, sistem, dokumen kependudukan
Sejak ditetapkan menjadi Inovasi Top 45 tahun 2019, Inovasi SIPELANDUKILAT (Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Pedalaman dan Perbatasan) yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan permasalahan yang terjadi. Disdukcapil Provinsi Kaltara melakukan terobosan dengan mentransformasi inovasi SIPELANDUKILAT menjadi inovasi SIPELANDUKILAT SMART guna memecahkan permasalahan dengan pendekatan SMART (specific, measurable, achievable, realistic, time base). Tujuan project inovasi adalah lebih memudahkan masyarakat perbatasan dan pedalaman serta masyarakat Kaltara dalam pengurusan dan memiliki dokumen kependudukan secara cepat, tepat, akurat, lengkap dan gratis.
SIPELANDUKILAT SMART menghadirkan beberapa metode pelayanan yang lebih spesifik dan menggunakan fasilitas dalam jaringan (daring) diantaranya Penjelajah SIPELANDUKILAT, SIPELANDUKILAT Online, Pelayanan Terpadu SIPELANDUKILAT.
Inovasi SIPELANDUKILAT pada tahun 2019 telah dilaksanakan di 8 (delapan) kecamatan pada Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau (total 5.038 dokumen adminduk) dan pada tahun 2020 telah dilaksanakan di 12 (dua belas) kecamatan pada Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan (total 5.375 dokumen adminduk) serta pelayanan khusus di Lapas Kota Tarakan. Total dihasilkan 10.413 dokumen adminduk. Pelaksanaan inovasi secara online berbasis android dimulai tahun 2020 yang mampu menjangkau wilayah pedalaman dan perbatasan yang memiliki jaringan internet.
Inovasi SIPELANDUKILAT sampai tahun 2020 telah memberikan kontribusi terhadap capaian nasional SDGs sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 59 tahun 20SIPELANDUKILAT SMART telah mencapai sasaran dengan memberikan identitas yang sah bagi penduduk, termasuk pencatatan kelahiran. Tercatat pada tahun 2020 persentase perekaman wajib KTP-el Provinsi Kaltara sebesar 100,97% dan kepemilikan akta kelahiran usia 0-18 tahun sebesar 85% tahun 2019 dan 95,99% tahun 202Kepemilikan identitas mendongkrak target meningkatnya persentase penduduk yang menjadi peserta jaminan kesehatan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perbatasan dan pedalaman. Khusus segi pembiayaan masyarakat dapat digambarkan asumsi biaya yang dapat dihemat masyarakat dengan mengikuti Inovasi ini yaitu pada tahun 2019 sebanyak Rp 1.709.550.000,00 dan tahun 2020 sebanyak Rp 2.916.720.000,00.
Telah disusun rencana pengembangan inovasi SIPELANDUKILAT ONLINE dengan membangun fasilitas KIOS DUKCAPIL ONLINE yang bekerja sama dengan perangkat kecamatan untuk membantu masyarakat dalam pelayanan SIPELANDUKILAT ONLINE. Komitmen bersama antara pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjalankan inovasi sebagai faktor penentu keberhasilan dan keberlanjutan inovasi.
Inovasi SIPELANDUKILAT SMART mewujudkan Tugas Negara sesuai UUD dan Nawa Cita dengan memberikan perlindungan hukum kepada seluruh penduduk Provinsi Kaltara khususnya yang berada di perbatasan negara dan pedalaman melalui pemberian Dokumen Adminduk. Negara harus hadir sampai ke pintu-pintu rumah untuk memberikan pelayanan stesel aktif adminduk.
PATRIOT: Pendeteksi Area Tangkapan Ikan Menggunakan Sistem Internet Of Things
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Badung
UPP: Badan Penelitian dan Pengembangan
Wilayah: Bali
Penghargaan: 5 OAPSI/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: pengentasan kemiskinan, digital, aplikasi, perikanan
Masalah kemiskinan yang identik dengan nelayan tradisional menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Badung. Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten Badung mengembangkan suatu aplikasi teknologi penangkapan ikan berbasis teknologi navigasi yang bernama FishGo dengan 3 fitur utama yaitu (1) lokasi potensial daerah tangkapan ikan; (2) waktu penangkapan terbaik; dan (3) rute terbaik untuk melaut.
Aplikasi FishGo hingga saat ini memiliki 8 (delapan) fitur utama guna membantu nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan. Fitur aplikasi FishGo terdiri dari (1) fitur prediksi penangkapan ikan; (2) fitur informasi cuaca; (3) fitur pasang surut dan tinggi gelombang; (4) fitur gawat darurat (sos) sebagai peningkatan keselematan nelayan; (5) fitur laporan hasil tangkapan; (6) fitur pemasaran; (7) fitur pantau user bagi admin dalam memantau aktivitas nelayan, dan; (8) fitur IoT (Internet of Things) yang telah teringrasi dengan aplikasi FishGO sehingga mampu menampilkan biomassa ikan secara real-time. Aplikasi FishGo telah melakukan pendaftaran Hak Cipta and Hak Paten sebagai payung hukum untuk keberlanjutannya sehingga penggunaan dan pemanfaatannya dapat dilakukan secara maksimal. Tampilan aplikasi (user interface) yang mudah digunakan serta kemudahan mengakses berbagai informasi merupakan salah satu kelebihan aplikasi FishGo. Penggunaan perangkat android yang digunakan oleh hampir seluruh kalangan masyarakat ditambah kemiripan karakteristik perairan Indonesia yang merupakan perairan tropis memungkinkan FishGo untuk diterapkan di seluruh peraian indonesia. Karakterisik perairan serta fisiologi ikan merupakan syarat utama untuk dilakukan replikasi pada aplikasi FishGo.
Sejak digunakan, aplikasi FishGo telah meningkatkan produktivitas penangkapan hingga 100 kg dengan persentase peningkatan tangkapan pada jenis ikan tongkol sebesar 50,96%, ikan lemuru sebesar 46,79% dan ikan kenyar sebesar 54,72%. Selain itu, FishGo juga memaksimalkan waktu penangkapan yang semula 18 jam menjadi 6 jam serta penghematan bahan bakar sebesar 30%. Dengan adanya manfaat tersebut, maka di tengah pandemi Covid-19 ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda di Kabupaten Badung yang belum memiliki pekerjaan untuk menjadi nelayan. Demikian juga terkait penyesuaian pelayanan aplikasi FishGo selama masa pandemi Covid-1Penyesuaian layanan aplikasi FishGo tanpa harus bertemu secara langsung guna mencegah penularan COVID-19 telah dilakukan bahkan sebelum masa pandemi Covid-1Adapun penyesuaian layanan telah dilakukan berbasis digital, yakni: (1) penangkapan ikan pada aplikasi FishGo telah dilengkapi dengan titik penanda tangkapan ikan; (2) pelaporan tangkapan ikan secara langsung pada aplikasi FishGo (3) layanan pengaduan secara digital melalui kolom saran sehingga mengurangi interaksi secara langsung dan direspon lebih cepat sehingga waktu yang digunakan lebih efisien.
