07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

GATOTKACA (Gerakan Totalitas Suka Membaca)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Sleman

UPP: SD Negeri Kaliduren

Wilayah: DI Yogyakarta

Penghargaan: TOP 15 REP/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: pendidikan, perpustakaan, minat baca, sekolah

Rendahnya minat baca dan kecenderungan ketertarikan siswa pada fungsi gawai sisi non-edukatif, berimplikasi pada prestasi belajar siswa yang kurang memuaskan. Padahal, membaca merupakan gerbang utama bagi siswa untuk mengakses pengetahuan yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Berawal dari kerisauan ini, SD Negeri Kaliduren Moyudan Sleman terus berupaya untuk melakukan terobosan guna membangun budaya baca melalui kemasan yang menarik bagi siswa. Terinspirasi dari inovasi LABU BASI (Layanan Budaya Baca Siswa) SD Negeri 1 Garung Wonosobo, SD Negeri Kaliduren melihat peluang dan melakukan modifikasi guna menjawab permasalahan tersebut. Kemudian dilakukan identifikasi potensi, penyusunan konsep program, dan penyusunan tim inovasi, hingga muncullah inovasi “Gerakan Totalitas Suka Membaca” (GATOTKACA). Inovasi ini dimaksudkan untuk memacu semangat siswa agar menyukai kegiatan membaca dengan teknik pelaksanaan yang menarik. Melalui membaca, wawasan siswa semakin luas, kreatif, dan mendorong cara berpikir sistematis, sehingga dapat mengakselerasi peningkatan prestasi siswa.

GATOTKACA sebagai hasil replikasi inovasi yang dilakukan SD Negeri Kaliduren ini telah dirintis sejak tahun 201Strategi dan modifikasi yang dilakukan antara lain meliputi (1) Morning Reading; aksi membaca selama 20 menit sebelum pembelajaran setiap hari Rabu dan Jumat, dilanjutkan sapaan tiga bahasa, menyanyikan lagu kebangsaan, visi misi sekolah, serta pembacaan Pancasila (2) Break Reading; penyediaan fasilitas pojok baca, perpustakaan mobile, pildacil, dan story telling saat jam istirahat sekolah, (3) Home Reading; dengan pelayanan e-book melalui google classroom dan “Orang Tua Bertutur , dan (4) Time to Create; siswa membuat karya berupa apa saja untuk content mading sekolah.

Di masa pandemi pun GATOTKACA cepat beradaptasi, yaitu melalui metode BDR (Belajar Dari Rumah). Langkah optimalisasi kolaborasi antara sekolah dengan orang tua siswa, serta pemanfaatan google classroom sebagai media penyampaian materi literasi, menjadi strategi maupun solusi pelaksanaan inovasi ini di masa pandemi. Orang tua sangat berperan mensukseskan keberlanjutan inovasi ini dengan memantau dan melaporkan kegiatan literasi siswa di rumah.

Secara eksplisit, dampak inovasi terlihat dari peningkatkan jumlah prestasi yang diperoleh siswa, tren kunjungan perpustakaan dan peminjaman buku yang terus meningkat, dan peringkat rata-rata nilai UN sekolah meningkat drastis.

Inovasi GATOTKACA telah diupayakan untuk dapat direplikasi oleh sekolah maupun instansi lain, karena memang potensi ke arah sana sangatlah besar. Inovasi yang cukup mudah dan sederhana namun memiliki implikasi yang besar terhadap pembangunan budaya literasi ini, telah diupayakan pengimbasannya ke sekolah lain melalui langkah sosialisasi di lingkungan gugus. Semoga GATOTKACA dapat direplikasi dan diterapkan baik di bidang pendidikan formal, nonformal, maupun masyarakat pada umumnya. Ke depan diharapkan perluasan penerapan inovasi GATOTKACA akan berdampak positif di berbagai sektor.

e-OPen (Elektronik Online Pelayanan Kependudukan)

Jenis Instansi: Kota

Instansi: Pemerintah Kota Bekasi

UPP: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Wilayah: Jawa Barat

Penghargaan: TOP 15 REP/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: digital, aplikasi, elektronik, pelayanan kependudukan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, dukcapil

Karakteristik warga perkotaan umumnya sadar atas hak layanan publik dengan sebaik-baiknya. Pada Tahun 2018, Disdukcapil Kota Bekasi melakukan sebuah survey harapan dan keluhan terhadap layanan adminduk, yang mengidentifikasi 8 masalah yang perlu direspon. Urgensi masalah selanjutnya diterjemahkan menjadi solusi layanan dengan branding fitur e-OPen yaitu: (1) MOTEKAR BERSAHAJA; (2) LAPOR; (3) HALO PAMOR; (4) KONDAT; (5) JEBOL DUKCAPIL; (6) DUDUK MESRA; (7); PETAK LUDO; dan (8) MOTO KTP.

Proses replikasi dimulai dengan Studi Tiru ke Kota Surabaya di awal Tahun 201Inspirasi SIX IN ONE Kota Surabaya kemudian disandingkan dengan SIMPADUK, sehingga menjadi produk replikasi nama e-OPen. Pada dasarnya jenis layanan adminduk bersifat generik, berlaku sama di seluruh Indonesia, baik pada e-OPen maupun SIX IN ONE, namun e-OPen memiliki faktor pembeda dan keunggulan, selain dalam bentuk aplikasi berbasis android dengan tambahan 8 fitur layanan, juga adanya layanan Petugas Pemantauan dan Monitoring (PAMOR) pada 1.013 RW se-Kota Bekasi sebagai admin atau Helpdesk, untuk membantu masyarakat dalam menggunakan aplikasi.

Implementasi e-OPen memberikan dampak positif yaitu (1) peningkatan kualitas pelayanan melalui aplikasi yang lebih simpel, efektif, dan efisien (one system for all services); (2) adanya kepastian waktu penyelesaian dokumen adminduk; (3) tercapainya target layanan administrasi kependudukan dibandingkan dengan standar nasional; (4) solusi pelayanan adminduk di masa Pandemi COVID-19; (5) solusi pelayanan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik, ekonomi, dan teknologi; dan (6) menghilangkan praktik pungutan liar.

Untuk menjamin keberlanjutan inovasi pelayanan publik di Kota Bekasi, telah dirintis sebuah kompetisi lokal: Bekasi Innovation Week, untuk menampilkan produk inovasi antarperangkat daerah. Kompetisi internal ini ditujukan untuk membangun kesiapan setiap perangkat daerah dalam mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dimana e-OPen ditetapkan menjadi inovasi terbaik. Sebagai inspirasi ke masa depan, dalam kerangka roadmap inovasi layanan publik di Disdukcapil, maka pencapaian e-OPen yang berkatagori Replikasi pada SINOVIK 2021, akan berlanjut dengan pengembangan GIS berbasis NIK pada jangka menengah, dan perwujudan big data Dukcapil pada jangka panjang.

Transferabilitas e-OPen oleh kabupaten/kota lain sangat tinggi. Dalam setiap kunjungan kerja atau studi banding pemerintah kabupaten/kota lain ke Kota Bekasi, dikenalkan ragam inovasi daerah yang dimiliki. Hasil-hasil inovasi daerah diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan tiru dan modifikasi bagi perangkat daerah lain, demikian pula terbuka bagi kabupaten/kota lain yang berminat untuk melakukan replikasi. Aspek keamanan data, pelibatan pemangku kepentingan eksternal melalui konsep pentahelix, dan kemudahan penggunaan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat menjadi kunci penting keberhasilan layanan e-OPen dan keberlanjutan pengembangannya di masa depan.