Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
PESONA GELAS NATUNA (Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Natuna
UPP: UPTD Puskesmas Bunguran Selatan
Wilayah: Kepulauan Riau
Penghargaan: TOP 15 REP/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: kesehatan lansia, pelayanan kesehatan, lansia, jemput bola
PESONA GELAS NATUNA merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Puskesmas Bunguran Selatan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Inovasi Pesona Gelas Natuna hadir menjawab permasalahan pelayanan kesehatan lansia yang kompleks dan membutuhkan sentuhan multidisiplin berdasarkan karakteristik wilayah, potensi daerah dan budaya setempat.
Salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau tahun 2017, 4,28% penduduk Provinsi Kepulauan Riau adalah Lansia (usia >60 tahun). Sebanyak 51,63% dari lansia tersebut adalah mereka yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Di Kabupaten Natuna pada Tahun 2019 sebanyak 7,91% dari lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, dimana terdapat 19,70% lansia menderita hipertensi.
Inovasi Pesona Gelas Natuna lahir dari inspirasi inovasi Gelas Mempesona Hati yang dijalankan oleh Puskesmas Trenggalek Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Tujuan pelaksanaan inovasi PESONA GELAS NATUNA adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan pada usia lanjut agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdayaguna untuk meningkatkan capaian Sustainable Developments (SDGs) dan mempercepat capaian target SPM Bidang Kesehatan.
Inovasi Pesona Gelas Natuna terdiri dari lima paket layanan meliputi:
a. Gelas Emas yaitu gerakan lansia Energik, Mandiri, Aktif, dan Semangat.
b. Gelas Perak, yaitu Perluas Akses Layanan Kesehatan, mendekatkan akses layanan kesehatan dengan pembentukan Posyandu Lansia.
c. Gelas Perunggu, Persingkat waktu tunggu lansia pada lansia yang mendapatkan pelayanan di Puskesmas akan dilayani dengan sistem one stop service untuk menciptakan kemudahan pada lansia.
d. Gelas Besi yaitu berilayanan gizi, konsultasi pengetahunan tentang gizi, pengaturan makanan pada lansia khususnya yang terkait dengan penyakit degeneratif.
e. Gelas Timah, Kunjungan Lansia Risiko tinggi ke Rumah, melakukan kunjungan ke rumah lansia yang termasuk kategori rawan dan memiliki keterbatasan untuk menuju pusat pelayanan kesehatan.
Dengan pelaksanaan inovasi, terjadi peningkatan layanan pada lansia, baik di dalam gedung maupun di luar. Pelayanan di dalam gedung terlihat melaui hasil Survei Kepuasan Pelanggan dengan nilai baik. Pelayanan luar gedung ditandai dengan peningkatan jumah kunjungan lansia di posyandu lansia, terjadi penambahan posyandu lansia serta jumlah lansia yang dipantau ke rumah. Karakteristik penyakit yang diderita lansia meliputi Hipertensi 46%, Osteoartritis 24%, Dispepsia 16%, Cefalgia 9% dan Diabetes Melitus 5%. Persentase lansia yang mendapatkan layanan kesehatan mengalami peningkatan dari tahun pertama dikembangkan inovasi sebesar 25% tahun 2019 menjadi 56% pada tahun 2020. Dengan Pesona Gelas Natuna mewujudkan lansia yang sehat, mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna.
SERBU GASS (Seratus Bank Sampah Unit dan Gerakan Sedekah Sampah)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara
UPP: Dinas Lingkungan Hidup
Wilayah: Kalimantan Timur
Penghargaan: TOP 5 REP/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Tag: pemberdayaan masyarakat, pemilahan sampah, bank sampah, lingkungan, kearifan lokal
Kondisi wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara yang cukup luas yaitu 3.333,06 km2 dengan jumlah penduduk 172.867 jiwa yang tersebar di 4 kecamatan, 30 desa dan 24 kelurahan menyebabkan sulitnya pemerataan layanan pengangkutan sampah. Masyarakat belum memahami pentingnya melakukan pemilahan sampah dari rumah dan juga masih membuang sampah sembarangan karena titik TPS (Tempat Penampungan Sementara) terbatas.
Berdasarkan permasalahan di atas, perlu adanya program atau inovasi agar dapat dilakukan pengurangan timbulan sampah serta pemilahan sampah dari sumbernya dan pengelolaan sampah untuk dapat menjadi bahan baku ekonomi di masa pandemi. Program Inovasi “SERBU GASS” atau Seratus Bank Sampah Unit dan Gerakan Sedekah Sampah adalah program yang mewajibkan Kelurahan dan Desa membentuk minimal 2 Bank Sampah Unit. Hal ini ditujukan agar masyarakat di Kelurahan dan Desa yang telah memilah sampah dari rumah dapat menyetorkan sampah yang masih bernilai ekonomis ke bank sampah unit terdekat. Adapun sampah yang disetorkan dapat ditabung maupun disedekahkan. Hasil sedekah sampah akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Inovasi SERBU GASS ini memiliki pembeda dengan inovasi Emas Hitam di balik tumpukan sampah Kota Malang yaitu adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati dengan mewajibkan setiap kelurahan dan desa wajib membentuk minimal 2 Bank Sampah Unit, Satuan Kerja Perangkat Daerah wajib menyetor sampah secara rutin setiap bulan dan pegawai Non PNS wajib menyetor sampah sebelum dilakukannya penandatanganan Surat Perjanjian Kerja, Penjemputan Sampah terjadwal tanpa dipungut biaya, Gerakan Sedekah Sampah, dan keterlibatan pelaku usaha melalui dokumen SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup) dalam mendukung program Bank Sampah.
Sejak dilaksanakannya program inovasi SERBU GASS pada tahun 2020 hingga tahun 2021, dampak yang dapat dirasakan secara nyata yaitu meningkatnya jumlah Bank Sampah Unit secara signifikan. Pada awalnya hanya terdapat 2 Bank Sampah Unit, kini sudah mencapai 103 Bank Sampah Unit, jumlah nasabah pada tahun 2019 hanya 160 orang dan tahun 2021 mencapai 1.590 orang. Kemudian, timbulan sampah di Bank Sampah Induk Benuo Taka pada Tahun 2019 hanya 1,8 Ton di tahun 2021 mencapai 39,5 Ton dengan nilai omzet mencapai Rp 28.700.000. Jumlah Sedekah sampah yang telah disalurkan pada pihak-pihak yang membutuhkan sejumlah Rp 21.744.200.
Secara ide program inovasi SERBU GASS sangat mudah ditransfer dan diadaptasi di wilayah lain, yakni melalui pendekatan yang persuasif dan dengan kearifan lokal masyarakat setempat agar mampu berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat. Program ini tidak memerlukan biaya mahal sehingga semua komponen bisa terlibat dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah, budaya serta kearifan lokal pada masing-masing daerah.
