06 May, 2026

Direktori Inovasi

4 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

GELIS (Gerakan Literasi Sukoharjo)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Sukoharjo

UPP: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukoharjo

Wilayah: Jawa Tengah

Penghargaan: Top 45/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: Ketahanan Institusi Publik di Masa Pandemi dan Antisipasi di Masa Pasca Pandemi Covid-19

Gerakan Literasi Sukoharjo (GELIS) adalah program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. GELIS telah ditetapkan dengan SK Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Nomor:045/141/2017 tanggal 14 Januari 2017. GELIS dilatarbelakangi oleh menurunnya tingkat kunjungan perpustakaan, agenda TPB, kebijakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Awalnya GELIS mengimplentasikan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial seperti Kelas Menulis, Kelas Menari dan Kelas Storytelling pada tahun 2017 s.d 2019. Pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, GELIS beradapasi dengan layanan perpustakaan berbasis  digital yakni; Eperpus Sukoharjo:Digital Library, Ndog Dadar (Ndongeng Daring Dari Rumah), dan TITIKBACA ( Baca buku dengan pindai QR Code)GELIS dengan layanan perpustakaan berbasis  digital, berdampak peningkatan kunjungan perpustakaan  secara online. Pada tahun 2021 pengujung perpustakaan digital 1.511 orang atau 183,5% lebih tinggi   jika dibandingkan pengunjung onsite yang hanya 533 orang. Dan 73% (5.696) orang mengunjugi playlist Ndog Dadar di kanal YouTube Disarpus Sukoharjo. TITIKBACA diakses 30 orang sejak 2 Februari 2022 sd 7 April 2022.GELIS berbasis  digital mampu mempertahankan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sukoharjo dalam memberikan layanan kepada masyarakat  dimana saja dan kapan saja melalui smartphone di masa pandemi dan dapat mengantisipasi pasca pandemi. Masyarakat tidak perlu datang langsung ke perpustakaan sehingga dapat memitigasi Covid-19 lebih lanjut.

IDe AsSALAM (Inisiasi Desa Nabung Saham Modal Sampah): Layanan Peningkatan Literasi dan Inklusi Investasi Menuju Investment Society

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Agama

UPP: UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 45/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan

Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan

href=https://www.topbusiness.id/24337/bei-nabung-saham-modal-sampah-sangat-bermanfaat.html>IDe AsSALAM adalah inovasi layanan untuk mewujudkan desa nabung saham modal sampah yang bebas kemiskinan dan peduli lingkungan. Tujuan layanan ini adalah meningkatkan literasi dan inklusi investasi masyarakat desa menuju investment society. Implementasi IDe AsSALAM diawali dari sosialisasi, edukasi, pengelolaan dan pembukaan tabungan sampah, pembukaan rekening efek, pengaktifan rekening efek, hingga pemeliharaan keaktifan investor.Dampak implementasi layanan IDe AsSALAM adalah masyarakat desa menjadi melek investasi, melek teknologi, memiliki akses terhadap jasa keuangan khususnya pasar modal, serta tambahan pendapatan dari sampah yang dikonversi menjadi saham. Laboratorium Galeri Investasi Syariah UINSA (GIS) berkontribusi pada peningkatan jumlah investor dan nilai transaksi. Lingkungan pun bersih karena terdapat solusi bagi pengelolaan sampah.IDe AsSALAM sangat relevan dengan tema “Pelayanan Publik yang Inklusif dan Berkeadilan”  href=https://www.suarakarya.id/ekonomi/pr-2601708992/-Ibu-Rumah-Tangga-Diajak-Berinvestadi-Di-Pasar-Modal>karena layanan ini memberikan edukasi serta memudahkan akses dan layanan investasi untuk masyarakat desa. Diharapkan dengan jemput bola masyarakat desa bisa menggunakan produk investasi yang aman secara cerdas. Yang pada akhirnya akan berkontribusi pada  href=https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/pemerintah-targetkan-inklusi-keuangan-hingga-90-tahun-2024/>peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia sesuai target Presiden sebesar 90% di tahun 2024. Layanan ini menghapus anggapan investasi di pasar modal hanya milik orang kaya, hanya bisa diakses masyarakat perkotaan, dan harus jago keuangan. IDe AsSALAM membuktikan bahwa pasar modal bisa diakses semua kalangan masyarakat.

https://www.youtube.com/watch?v=wpien-6pZnc&list=PLFKYDP8D0D45qUOM5XsnJcO77PsonrFg7&index=15