Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Si Chupang (Aplikasi Layanan Cukup Mudah dan Gampang)
Jenis Instansi: Lembaga
Instansi: Mahkamah Agung RI
UPP: Balai KIPM Mataram
Wilayah: Nusa Tenggara Barat
Penghargaan: TOP 5 REP/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: digital, aplikasi, web, sertifikasi
Aplikasi Layanan Cukup Mudah dan Gampang (Si Chupang) merupakan inovasi aplikasi yang dikembangkan oleh BKIPM Mataram untuk mengatasi permasalahan seperti sulitnya akses layanan sertifikasi bagi pengguna jasa yang membutuhkan waktu 1-4 hari, domisili pengguna jasa yang cukup jauh berkisar antara 46-192 KM dan belum adanya layanan sertifikasi yang terintegrasi dalam satu sistem aplikasi. Terdapat 12 kemudahan bagi pengguna layanan yaitu CKIB online; HACCP online; PPK online; Kusuka; SKM; LAPOR; Simponi PNBP; Web KKP; Web BKIPM; Notifikasi informasi real-time; Fitur Pengguna Jasa; Live chat dan layanan 24 jam. Selain itu, ada delapan manfaat bagi manajemen internal yaitu Data Perusahaan; Perijinan; PNBP; Inspektur; Operator; Link, Slide show; dan Notifikasi.
Inspirasi Si Chupang BKIPM Mataram berasal dari aplikasi Jendela Informasi Karantina Ikan dan Mutu Penuh Inspirasi dan Pesan (Jesika Imut Pisan) yang menjadi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di tahun 201Alasan BKIPM Mataram mereplikasi adalah kesamaan dalam tugas dan fungsi serta karakteristik wilayah kerja BKIPM Mataram yang hampir sama dengan wilayah kerja SKIPM Bandung dengan sebaran wilayah kerja dan domisili pengguna jasa yang tersebar cukup jauh.
Tahapan kegiatan yang dilalui adalah uji banding, permohonan replikasi, persetujuan replikasi, pernyataan replikasi dan pembentukan tim kerja. Pembeda antara Si Chupang dan Jesika Imut Pisan adalah Jesica Imut Pisan merupakan layanan sertifikasi dan jendela informasi berbasis web, belum adanya notifikasi layanan, komunikasi melalui web dan terbatasnya waktu layanan. Adapun aplikasi Si Chupang merupakan layanan sertifikasi berbasis android, semua layanan terintegrasi dalam satu sistem aplikasi, notifikasi secara real-time, komunikasi menggunakan chat/whatsapp dan layanan 24 jam.
Perkembangan inovasi Si Chupang dari tahun 2018-2020 terjadi pengurangan waktu layanan dari 1-4 hari menjadi 30 menit, peningkatan nilai ekspor 20,6 milyar menjadi 66,8 milyar. Pengiriman domestik dengan nilai 1,30 triliun menjadi 1,39 triliun. Penerbitan sertifkat CKIB dari 11 menjadi 1Sertifikat HACCP dari 19 menjadi 2
Secara institusional Si Chupang dijamin keberlanjutanya dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 33 Tahun 2017, Keputusan Kepala BKIPM Nomor 82 Tahun 2019, SK Tim Pengelola Inovasi, dan anggaran. Dari sisi sosial didukung dengan adanya komitmen seluruh stakeholder dan transfer inovasi ke unit layanan lain. Strategi manajerial dilakukan dengan penerbitan SOP pelayanan terintegrasi, peningkatan kompetensi SDM, akreditasi ISO 9001 & 17025, dan updating sistem secara berkala.
Aplikasi ini telah direplikasi oleh SKIPM Bima, SKIPM Kupang dan SKIPM Bau-Bau dan dapat direplikasi oleh 44 UPT BKIPM dan unit eselon I KKP lainnya.
Waspada COVID-19 Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (WASCOVE)
Jenis Instansi: Lembaga
Instansi: Badan Riset dan Inovasi Nasional
UPP: Lembaga Biologi Molekuler Eijkman
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: TOP 5 REP/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: pandemi, laboratorium, sampel covid-19
COVID-19 telah menjadi pandemi global, termasuk di Indonesia, yang pada 2 Maret 2020 pertama kali melaporkan kasus positif COVID-1LBM Eijkman, suatu lembaga penelitian biologi molekuler dan bioteknologi kedokteran di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional, ditunjuk sebagai salah satu laboratorium pemeriksa COVID-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK) nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tertanggal 16 Maret 2020. Tim WASCOVE dibentuk sebagai inovasi pelayanan publik dan mulai membuka pelayanan pemeriksaan COVID-19 untuk umum dan tidak berbayar sejak 16 Maret 2020 sebagai wujud kemanusiaan dan sumbangsih kepada bangsa. Tujuan menguji sampel COVID-19 yang dikirimkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) ke LBM Eijkman adalah untuk mendapatkan hasil uji diagnostik positif atau negatif dalam rangka melaksanakan 3T (testing-tracing-treatment) dan pengendalian penyakit COVID-1
Dengan pengalaman terdahulu dan kemampuan dalam mendiagnosis patogen virus, peran LBM Eijkman melaksanakan pemeriksaan COVID-19 yang cepat, akurat dan dalam jumlah besar untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 amat penting. Layanan pemeriksaan COVID-19 menggunakan protokol terstandardisasi, yaitu ekstraksi RNA di laboratorium BSL-3 (BioSafety Level 3) dan baku emas pemeriksaan COVID-19 secara molekuler dengan metode Quantitative Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR) yang mempunyai kapasitas 360 sampel/hari. Peningkatan kapasitas menjadi maks 1.000 tes/24 jam dilakukan dengan menggunakan alat CobasĀ® 6800 Fully Automated Molecular System donasi dari PT. Tempo Scan Pasific.
WASCOVE secara mandiri memproduksi VTM (Viral Transport Medium) yang dibagikan ke fasyankes secara gratis. VTM merupakan medium penyimpanan sampel swab nasofaring dan orofaring agar kualitas sampel terjaga dengan baik. Hingga saat ini, LBM Eijkman telah mendistribusikan sebanyak 155.183 tabung ke 33 provinsi di Indonesia, dan telah memeriksa spesimen sebanyak 70.831 dengan hasil positif sebesar 16% dan negatif 84%.
Keunggulan dari inovasi pelayanan publik WASCOVE adalah hasil pemeriksaan berkualitas yang bersifat rahasia, dan riset lanjutan whole genome sequencing (WGS), yaitu pengurutan materi genetik virus untuk memeriksa mutasi dan melacak jenis varian baru virus SARS-CoV-Bukti transferabilitas WASCOVE adalah membagikan pengalaman analisis WGS kepada institusi lain, dimana LBM Eijkman merupakan penyumbang terbanyak data WGS, 853 dari 2208 (38,6%) complete WGS dari Indonesia (19 institusi) yang telah dilaporkan ke GISAID. Informasi karakter virus di Indonesia digunakan sebagai dasar perancangan Vaksin COVID-19 Merah Putih. Tim WASCOVE beranggotakan peneliti LBM Eijkman yang secara profesional memberikan pelayanan publik. Melalui layanan hotline, memberikan pendampingan, edukasi dan informasi terkait pemeriksaan COVID-19 kepada fasyankes dan masyarakat awam. WASCOVE juga bekerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta, baik dalam maupun luar negeri. Penerima manfaat dari pelayanan publik WASCOVE utamanya adalah fasyankes dan masyarakat awam dengan cakupan layanan di seluruh Indonesia
