Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
SONGKET jo ALAT TENUN
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Sawahlunto
UPP: Puskesmas Silungkang
Wilayah: Sumatera Barat
Penghargaan: Top 99/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB
SONGKET jo ALAT TENUN diawali dengan penggalangan komitmen lintas sektor dalam penanggulangan TBC di Kecamatan Silungkang dengan dibentuknya Jumantuk (Juru Pemantau Batuk) sebagai kader TBC di 19 wilayah Kecamatan Silungkang. Jumantuk diberikan pelatihan oleh tim Puskesmas Silungkang tentang penjaringan TBC dan pemantauan minum obat, kemudian aktif mencari kasus TBC melalui kunjungan rumah dan pusat kegiatan masyarakat. Jika ada warga yang batuk mereka memberikan post sputum, memberi motivasi dan edukasi agar sasaran mau memeriksakan dahaknya lalu melaporkan kepada petugas Puskesmas adanya kasus terduga TB melaui grup Whatsapp JUMANTUK-Kader SONGKET. Metode ini sangat memudahkan petugas karena akses komunikasi dengan kader TBC lebih efektif dan efisien.Dampak signifikan terlihat pada pencapaian penjaringan kasus TBC di wilayah Puskesmas Silungkang tahun 2021. Angka penjaringan meningkat dari 7,4% tahun 2020 menjadi 23,24% tahun 2021. Jumlah kasus TBC 8 kasus (14,8%) di tahun 2020 meningkat pada tahun 2021 menjadi 18 kasus (32,72%). Angka kesembuhan (minum obat tuntas) pada tahun 2019 sebanyak 76,9 % meningkat menjadi 100% pada tahun 2021. Inovasi ini termasuk kategori kedua, yaitu meningkatkan efektivitas institusi publik untuk mencapai TPB tujuan ketiga mengeliminasi Tuberkulosis 2030. Pendekatan kolaboratif menggandeng lintas sektor (Penta Helix) dalam pemberantasan TBC serta mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat.
WARAK NGENDOG (laWAn coRonA virus Kota SemaraNG dENgan Dukungan integrasi prOgram dan berGerak bersama)
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Semarang
UPP: Dinas Kesehatan Kota Semarang
Wilayah: Jawa Tengah
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Ketahanan Institusi Publik di Masa Pandemi dan Antisipasi di Masa Pasca Pandemi Covid-19
Penanganan penyakit menular berpotensi wabah di Kota Semarang belum berjalan maksimal. Catatan Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2019 href=https://drive.google.com/file/d/15B8gdxGNhB8jqidKgBy-dprwVbhhZYxg/view?usp=sharing>sebanyak 213.715 kasus ISPA. Pengendalian belum didukung dengan pelaporan digital menyebabkan penanganan belum cepat dan tepat. Hal ini ditambah dengan adanya COVID19 ditetapkan sebagai Pandemi di dunia dan Indonesia menghadapi Triple Burden Disease. Berkembangnya kasus covid sejak pertama kali muncul di Kota Semarang sampai dengan akhir tahun 2020 sebanyak 19.663. Berimbas diberbagai sektor, tidak hanya sektor kesehatan, namun yang paling terdampak adalah sektor ekonomi. Tahun 2019 href=https://drive.google.com/file/d/1nPFfhsa0nNEmDHi9AhG3nqofG5C1GrZ1/view?usp=sharing>laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang berada di angka 6,86%, sedangkan tahun 2020 turun sampai ke minus -1,6%. WARAK NGENDOG mempunyai dampak yang signifikan terhadap pengendalian Covid dan pemulihan ekonomi. Case Fatality Rate (CFR) COVID19 di Kota Semarang tahun 2020 sebesar 8,4% menurun pada tahun 2022 menjadi 2,7%. Kota Semarang tidak pernah mengalami masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti yang dialami oleh kota lain di Indonesia. Pemulihan ekonomi tahun 2021 meningkat menjadi 5,16%.WARAK NGENDOG sesuai dengan kategori 3 yang menunjukkan kemampuan pemerintah untuk melakukan mitigasi pandemi didukung oleh platform digital href=https://drive.google.com/file/d/1AX4OQJ20NIFAE1K_gnyGTVe7cD2o_9tH/view?usp=sharing>STRONG dan pemberdayaan masyarakat melalui href=https://drive.google.com/file/d/16Oj10Weghn6LUj_3RfBfQLclcPmLYrAw/view?usp=sharing>Kampung Siaga Candi Hebat, sehingga penanganan covid terlaksana dengan tepat, cepat, dan akurat sehingga dampak pandemi bisa diantisipasi dengan baik.
