    {"id":925,"date":"2018-10-17T00:33:17","date_gmt":"2018-10-16T17:33:17","guid":{"rendered":"https:\/\/jpipnetwork.id\/?p=925"},"modified":"2022-08-30T09:54:06","modified_gmt":"2022-08-30T02:54:06","slug":"juga-apresiasi-perusahaan-inklusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jpipnetwork.id\/?p=925","title":{"rendered":"Juga Apresiasi Perusahaan Inklusif"},"content":{"rendered":"<h2>Menjelang Anugerah Kolaborasi Kovablik-Otonomi Awards 2018 Jatim<\/h2>\n<h5>Ada nuansa berbeda dalam anugerah otonomi tahun ini. Ada warna sinergi, ada penonjolan pada inklusi. Presiden diundang ke panggung kehormatan. Berikut paparan Ahmad Faizin Karimi dari JPIP.<\/h5>\n<p><strong>PENILAIAN<\/strong> hampir tuntas. Pemilihan pemenang Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) serta 17 pemenang Otonomi Awards (OA) berlangsung ketat. Ketat mulai uji 198 proposal yang masuk via <a href=\"http:\/\/jipp.jatimprov.go.id\" class=\"external\">http:\/\/jipp.jatimprov.go.id<\/a>. Dilanjutkan pengerucutan untuk mendapatkan Top 35 Kovablik plus 40 kandidat inovasi inklusif OA.<\/p>\n<p>Proses itu menunjukkan perbedaan OA tahun ini, yakni berkolaborasi dengan Kovablik Pemprov Jatim. Penilaian Kovablik maupun OA dilakukan juri terpisah dan independen. Kovablik dinilai oleh wakil JPIP, GIZ-Transfor masi, Kinerja, dan Kompak serta Universitas Brawijaya. Semuanya mitra pembangunan Jatim. Penilaiannya juga disertai kunjungan la pangan untuk mengecek inovasi senyatanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, inovasi inklusif kandidat OA dinilai oleh wakil pemprov, Universitas Trunojoyo Madura, serta representasi difabel. Untuk uji lapangan, ada tim peneliti tersendiri serta tim survei publik ITS. Akurasi penilaian diyakini lebih terjamin dengan penilaian \u2019\u2019trisula\u2019\u2019 ini, sesuai standar JPIP.<\/p>\n<p>Perbedaan lain, JPIP juga menilai perusahaan untuk mendapatkan korporasi mana yang menonjol di bidang inklusivitas di Jawa Timur. Banyak perusahaan yang dicermati, apakah mereka membuka diri kepada pelamar difabel.<\/p>\n<p>Kalau ya, seberapa besar persentase difabel dibanding seluruh karyawan. UU Penyandang Disabilitas menetapkan setidaknya satu persen untuk swasta (dan dua persen untuk korporasi pemerintah). Penilaian juga membobot berapa lama perusahaan itu sudah inklusif. Dari 17 piala OA, empat piala akan didedikasikan untuk perusahaan inklusif, termasuk satu piala keemasan.<\/p>\n<p>Penggodokan itu akan dituntaskan menjelang pelaksanaan malam anugerah Kovablik-OA pada Senin, 22 Oktober mendatang. Malam itu diharapkan jadi penobatan bagi para inovator, yang diwakili bupati atau wali kota atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pemprov-JPIP berupaya menjadikan saat itu sangat istimewa.<\/p>\n<p>Pekan lalu, Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Joko Widodo untuk ikut merayakan malam kolaborasi penilaian inovasi Jatim itu. Belum ada jawaban pasti mengingat jadwal presiden yang padat.<\/p>\n<p>Penilaian inovasi tersebut disejalankan dengan kompetisi Sinovik (Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik) Kemen PAN-RB 2018. Empat kategori dinilai dalam acara puncak (<em>summit<\/em>) inovator ini. Yakni, pertama, tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berkinerja tinggi. Kedua, memajukan transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Ketiga, kolaborasi. Keempat, inovasi inklusif untuk memajukan masyarakat.<\/p>\n<p>Jenis tiga inovasi pertama dinilai juri Pemprov Jatim. Sedangkan kategori keempat, yakni inovasi inklusif, dinilai tim JPIP. Inovasi inklusif menjadi perhatian karena saat ini JPIP memimpin konsorsium Ayo Inklusif! dengan anggota CBM, PSLD Universitas Brawijaya, Saujana, dan United Tractors.<\/p>\n<p>Ajakan menjadi inklusif tersebut ditujukan kepada perusahaan, masyarakat, serta para difabel. Inisiatif yang didanai USAID itu memberikan bekal <em>soft skill<\/em>, <em>hard skill<\/em>, serta pemagangan. Dalam fase piloting yang dimulai Desember 2017, juga disertai kampanye untuk meningkatkan kesadaran inklusif kepada media, pemerintah, serta kelompok masyarakat lain.<\/p>\n<p>Dalam fase piloting itu, 50 difabel dari Malang dan Surabaya diajak bergabung. Kini mereka magang di banyak perusahaan, mulai UKM hingga perusahaan besar. Kisah sebagian di antara mereka bisa dilihat di situs: <em>jpipnetwork.id<\/em>.<\/p>\n<p>Hasil penilaian inovasi inklusif tersebut menemukan banyak varian yang tersebar di kabupaten\/kota yang hampir merata. Mereka punya inovasi inklusif yang menangani bukan hanya difabel, melainkan juga kaum rentan lain. Misalnya, keluarga miskin, perempuan miskin, orang jompo, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kaum lansia, serta kaum muda rentan yang rawan menjadi penganggur atau terjebak pernikahan dini.<\/p>\n<p>Makna inklusif memang luas karena menyangkut kelompok-kelompok <em>poor and <\/em><em>vulnerable<\/em>, miskin dan rentan. Intinya, inovasi itu mengajak mereka berpartisipasi agar tak semakin tersisih dalam pembangunan.<\/p>\n<p>Benang merah inovasi-inovasi yang dinilai Kovablik maupun OA adalah Jawa Timur tetap lahan subur bagi inovasi. Itu sesuai dengan mimpi ketika JPIP didirikan pada 2001 untuk \u2019\u2019pro-otonomi\u2019\u2019, yakni mendorong suksesnya otonomi daerah. Salah satu kunci untuk memintas kemajuan ya inovasi. Selanjutnya, suatu inovasi bisa direnovasi sesuai dengan kebutuhan daerah atau instansi.<\/p>\n<p>Kini banyak lembaga yang melakukan penilaian inovasi seperti JPIP, baik pemerintah maupun swasta. Itu berarti semakin banyak yang mengapresiasi para inovator. Kovablik dimulai 2016, di bawah koordinasi Biro Organisasi Pemprov Jatim, dan makin sukses mengawal inovasi. Provinsi yang dipimpin Pakde Karwo ini mendominasi sejak Sinovik dimulai pada 2014.<\/p>\n<p>Makin lama kolaborasi dalam menyatukan energi inovasi ini makin penting. Tak hanya menggandeng pemprov, tahun ini JPIP juga memberikan kehormatan kepada para pengusaha agar mereka makin bersemangat berinovasi, khususnya di bidang inklusivitas. Bila energi positif ini makin bersinergi, inovasi makin bermekaran bak musim semi. Kita selalu yakin, <em>spring is coming<\/em>. <strong>(www.jpipnetwork.id)<\/strong><\/p>\n<h3><strong>Carikan Solusi Kemiskinan <em>Die-Hard<\/em><\/strong><\/h3>\n<p><strong>KEMISKINAN<\/strong> tetap menjadi akar tunjang persoalan pembangunan. Terlebih kemiskinan yang sulit dientaskan, bahkan terkesan tak bisa dientaskan. Kemiskinan <em>die-hard<\/em> ini bakal menjadi bahasan utama dalam sesi seminar siang sebelum malam puncak Kovablik-Otonomi Awards 2018 di Surabaya pada Senin, 22 Oktober mendatang.<\/p>\n<p>Seminar itu serius berfokus kepada berbagi pengalaman para inovator daerah. Di antaranya, Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang inovasinya menyentuh banyak kalangan miskin, termasuk yang <em>die-hard.<\/em> Anas juga meratakan akses pendidikan anak didik difabel lewat inovasi Agage Pinter.<\/p>\n<p>Selain itu, diundang pula Bupati Trenggalek Emil Dardak. Wakil gubernur terpilih tersebut diminta berbicara tentang inovasi Gertak (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan). Meski usianya masih muda, inovasi itu bisa menggalang kolaborasi dengan Baznasda. Ada partisipasi yang bisa dimekarkan agar bisa memperkaya referensi pemberantasan kemiskinan.<\/p>\n<p>Para inovator lain yang terkait juga diminta berbicara. Termasuk dari inovator Genre (Generasi Berencana) yang mengikhtiarkan pencegahan perkawinan dini dari Kabupaten Pasuruan. Pernikahan yang belum siap diyakini menjadi sumber problem sosial, termasuk kemiskinan. Bahasan dilengkapi dari sisi inovasi administrasi kependudukan plus inovasi <em>open contract<\/em> dan Lapor dari Bojonegoro.<\/p>\n<p>Seminar untuk mengatasi <em>die-hard poverty <\/em>dengan solusi inklusif ini merupakan kolaborasi beberapa mitra pembangunan Pemprov Jatim. Yakni, USAID-Ayo Inklusif, JPIP, GIZ-Transformasi, Kinerja, dan Kompak.<\/p>\n<p>Data statistik BPS menyebut angka kemiskinan nasional 9,28 persen (Maret 2018) dan angka kemiskinan Jatim masih bertengger di 10,98 persen. Cukup bandel di angka hampir 11 persen. Selama 10 tahun memimpin, Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo) memang sudah berbuat banyak. Bahkan, salah satu inovasinya, Jalin Matra, bisa masuk ke final United Nations Public Service Awards (UNPSA). Pakde Karwo berhasil menurunkan kemiskinan dengan cukup baik, yakni 7,53 persen dari angka 18,51 persen pada 2018. <strong>(www.jpipnetwork.id)<\/strong><\/p>\n<p>Arsip PDF :\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelang Anugerah Kolaborasi Kovablik-Otonomi Awards 2018 Jatim Ada nuansa berbeda dalam anugerah otonomi tahun ini. Ada warna sinergi, ada penonjolan pada inklusi. Presiden diundang ke panggung kehormatan. Berikut paparan Ahmad Faizin Karimi dari JPIP. PENILAIAN hampir tuntas. Pemilihan pemenang Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) serta 17 pemenang Otonomi Awards (OA) berlangsung ketat. Ketat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":927,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[38,1,34,7],"tags":[54,117,56,58,64,115,123,119,121,60],"class_list":["post-925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ayo-inklusif","category-umum","category-otonomi-update","category-publikasi","tag-ayo-inklusif","tag-cbm","tag-jpip","tag-mitra-kunci","tag-otonomi-award-2018","tag-pemprov-jatim","tag-psld-universitas-brawijaya","tag-saujana","tag-united-tractors","tag-usaid"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/sosiodrama.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":928,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/925\/revisions\/928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}