    {"id":819,"date":"2018-09-11T00:48:48","date_gmt":"2018-09-10T17:48:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jpipnetwork.id\/?p=819"},"modified":"2022-08-16T10:14:42","modified_gmt":"2022-08-16T03:14:42","slug":"terbukalah-visi-positif-yang-terpendam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jpipnetwork.id\/?p=819","title":{"rendered":"Terbukalah Visi Positif yang Terpendam"},"content":{"rendered":"<h2><strong>Ikhtiar Difabel Menuju Kemandirian di Dunia Inklusif<\/strong><\/h2>\n<h5><strong>Melepas banyak belenggu, para difabel ini kini tidak mau lagi menunggu. Mereka menatap masa depan seiring dengan pikiran yang makin terbuka. Mereka yakin bahwa kemandirian bukanlah kemustahilan. Simak lagi perjuangan tiga peserta Ayo Inklusif! berikut sebagaimana dikisahkan kepada Ahmad Faizin Karimi dari JPIP.<\/strong><\/h5>\n<h3><strong>Meluaskan Makna Nikmat Hidup<\/strong><\/h3>\n<p><strong>MUHAMMAD<\/strong> Iqbal Riski mendapatkan suntikan semangat baru dalam menjalani kehidupannya sebagai difabel. \u2019\u2019Saya merasa dampak yang sangat signifikan ya. Karena saya bertemu dengan teman-teman difabel lain. Dari situ saya merasa bahwa sebenarnya masih banyak kenikmatan dari Tuhan yang kita miliki. Misalnya, meski saya tunanetra, tapi <em>kan<\/em> semua anggota organ gerak saya masih bisa digunakan,\u2019\u2019 kata kader Ayo Inklusif! itu.<\/p>\n<p>Iqbal mengalami kebutaan total (<em>totally <\/em><em>blind<\/em>) sehingga tidak mampu menangkap stimulus cahaya apa pun. Kebutaannya tidak dia alami sejak kecil, namun baru terjadi pada usia 20 tahun. Sebelumnya, indra penglihatan pemusik yang berposisi basis itu berfungsi baik, namun pada 2005 dia mengalami <em>low vision<\/em> dan puncaknya pada 2009 mengalami kebutaan total.<\/p>\n<p>\u2019\u2019Saya merasa <em>down<\/em>, hancur berantakan. Karena saat itu usia masih remaja dan sedang aktif-aktifnya,\u2019\u2019 ujar sosok 29 tahun asal Sidoarjo itu kepada JPIP (24\/8). Setelah mengalami kebutaan total, Iqbal harus mulai berjalan dengan cara yang berbeda. Salah satunya membiasakan kakinya tidak hanya melangkah, namun juga meraba.<\/p>\n<p>Kesulitan yang masih dia rasakan sampai sekarang adalah soal aksesibilitas finansial. \u2019\u2019Saya sampai sekarang tidak punya ATM. Pihak bank menolak memberikan karena saya tidak bisa membuat tanda tangan konsisten. Saya sakit hati ditolak seperti itu,\u2019\u2019 ungkap difabel yang pernah mengajar sebagai guru SLB itu.<\/p>\n<p>Kendala tersebut menjadi bagian kampanye penyadaran kepada perbankan bahwa kaum tunanetra dan difabel lain punya hak dan kemampuan untuk mengelola ATM dengan penyesuaian. Sejak akhir 2015 diluncurkan fasilitas mesin ATM \u2019\u2019bicara\u2019\u2019 untuk mereka.<\/p>\n<p>Iqbal terinspirasi untuk kembali berkembang saat bertemu dengan para difabel lain yang berpikiran positif pada program Ayo Inklusif!. Dengan menyerap pembelajaran <em>soft skill<\/em> dan <em>hard skill<\/em> di program ini, kini Iqbal melengkapi bekal mandiri dengan magang di bagian <em>office administr<\/em><em>ation<\/em> di PT Bina Pertiwi (distributor mesin, grup United Tractors).<\/p>\n<p>Dengan berpikiran seperti itu, sarjana lulusan pendidikan luar biasa Universitas Negeri Surabaya tersebut menjadi lebih positif dalam ber kehidupan. Meski penglihatannya tidak fungsional, Iqbal tetap berusaha menjadi pribadi yang awas dalam belajar kehidupan. <strong>(*)<\/strong><\/p>\n<h3><strong>Lampaui Visi 5 Sentimeter<\/strong><\/h3>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"822\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=822\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia.jpg\" data-orig-size=\"862,601\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Mira Aulia\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia-300x209.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia.jpg\" class=\"size-medium wp-image-822 alignleft\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia-300x209.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"209\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia-300x209.jpg 300w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia-768x535.jpg 768w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia-816x569.jpg 816w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Mira-Aulia.jpg 862w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>MIRA<\/strong> Aulia seperti terlahir kembali ke dunia. Pengalaman mengikuti program Ayo Inklusif! memberinya perspektif baru yang lebih positif soal keadaan dirinya. Dia seperti mendapatkan kesempatan hidup yang kedua. \u2019\u2019Sebagai seorang perempuan yang difabel, setelah pernikahan saya merasa sebagian akses kepada dunia luar tercerabut. Nah, kini saya seperti hidup kembali. Muncul motivasi untuk kembali mengembangkan karir,\u2019\u2019 ujar peserta Ayo Inklusif! yang tengah magang sebagai <em>front officer<\/em> di United Tractors tersebut.<\/p>\n<p>Lulusan Ilmu Komunikasi UPN Veteran itu mengakui dampak yang signifikan, terutama soal paradigma tentang disabilitas yang disandangnya. \u2019\u2019Dulu saya selalu <em>denial<\/em>, menyangkal kondisi diri. Selalu berpikir bahwa \u2019Ah saya <em>ndak<\/em> apa-apa. Saya <em>ndak<\/em> difabel\u2019. Mungkin karena malu dengan disabilitas. Tapi, saya di sadarkan, sekarang menerima apa adanya,\u2019\u2019 ujar Mira.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"824\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=824\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-mira-aulia.jpg\" data-orig-size=\"358,529\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"quote mira aulia\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-mira-aulia-203x300.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-mira-aulia.jpg\" class=\" wp-image-824 alignleft\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-mira-aulia-203x300.jpg\" alt=\"\" width=\"195\" height=\"289\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-mira-aulia-203x300.jpg 203w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-mira-aulia.jpg 358w\" sizes=\"auto, (max-width: 195px) 100vw, 195px\" \/>Sepintas orang tidak mengira bahwa perempuan 31 tahun tersebut adalah difabel. Hal itu terjadi karena tidak tampak ada yang berbeda pada fisik ibu rumah tangga yang satu ini. Mira adalah tunanetra <em>low <\/em><em>vision<\/em>. Dia hanya bisa melihat dengan jelas objek pada jarak sekitar 5 sentimeter dari matanya.<\/p>\n<p>\u2019\u2019Saya masih bisa menggunakan <em>handphone<\/em> dan komputer, namun harus melihatnya dari jarak sangat dekat,\u2019\u2019 ujarnya sambil mendemokan cara memakai gawai tersebut saat ditemui di Rusunawa Universitas Brawijaya Malang (24\/8). Memang, Mira tampak tidak mengalami kesulitan saat mengetik di salah satu aplikasi perpesanan meski dia harus mendekatkan layar gawai ke matanya. Untuk menggunakan laptop, Mira memanfaatkan fitur pembesar (<em>magnifier<\/em>) pada layarnya.<\/p>\n<p>Meskipun hanya bisa melihat detail pada jarak sangat dekat, bukan berarti Mira menjadi tidak mandiri. Kini dia membangun diri dan visi hidupnya jauh melampaui <em>low vision<\/em>-nya. Dan, mera sa kan manfaat Ayo Inklusif!, ke depan dia berharap program itu bisa menjangkau lebih banyak difabel perempuan yang sudah berkeluarga seperti dirinya. Itu memungkinkan karena rentang usia kaum difabel Ayo Inklusif! antara 19-34 tahun. (*)<\/p>\n<h3><strong>Ingin Karyawan yang Bawa Baki<\/strong><\/h3>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"821\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=821\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iko-Septa-Adi.jpg\" data-orig-size=\"724,605\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Iko Septa Adi\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iko-Septa-Adi-300x251.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iko-Septa-Adi.jpg\" class=\"wp-image-821 aligncenter\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iko-Septa-Adi-300x251.jpg\" alt=\"\" width=\"563\" height=\"471\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iko-Septa-Adi-300x251.jpg 300w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Iko-Septa-Adi.jpg 724w\" sizes=\"auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px\" \/>IKO<\/strong> Septa Adi Chandra tidak lagi mengkhawatirkan masa depan. Pasalnya, dia sudah punya rencana bisnis yang dikembangkan. Bahkan, penyandang tunadaksa itu mulai merintis bisnisnya meski masih dalam skala kecil. Pemuda 30 tahun itu bermimpi menjadi pengusaha kuliner, memiliki banyak stan penjualan minuman jus aneka buah.<\/p>\n<p>\u2019\u2019Saya ingin punya banyak stan dan karyawan. Agar tidak perlu mengantarkan sendiri pesanan pelanggan,\u2019\u2019 ujarnya saat ditemui di Rusunawa Universitas Brawijaya Malang (24\/8). Iko saat ini tengah praktik berjualan minuman jus di SMK Negeri 2 Malang setelah mendapat pelatihan di tempat yang sama. Keinginannya untuk memiliki karyawan disebabkan dia mengalami kesulitan jika harus membawa sendiri pesanan kepada pelanggan. \u2019\u2019Tangan saya agak kaku dan kalau berjalan juga tertatih, jadi kesusahan membawa baki pesanan jus kepada pembeli,\u2019\u2019 urainya.<\/p>\n<p>Pemuda kelahiran Surabaya itu terlahir bukan sebagai seorang difabel. Namun, pada usia 2 tahun, separo badannya tersiram air panas. Peristiwa itu mengakibatkan kerusakan beberapa jaringan organ tubuhnya. Bukan hanya berjalannya yang menjadi agak terpincang. Karena air panas juga mengenai bagian muka, Iko menjadi kesulitan berbicara dengan jelas.<\/p>\n<p>Sehari-hari Iko tinggal di Panti Baiturrahim Suko, Sidoarjo. Ibunya sudah almarhumah. Meski ayahnya masih ada, kurangnya kepedulian membuat hubungan keduanya dingin. Hal itu membuat Iko terbiasa dalam kehidupan pada panti asuhan.<\/p>\n<p>Sebelum mengikuti program Ayo Inklusif!, dia merasa belum berani hidup mandiri di luar panti. Namun, pascaprogram itu selesai, dia berniat membuka usaha kuliner minuman jus sendiri. \u2019\u2019Berani. Saya sekarang sudah berani hidup mandiri karena sudah tahu cara membuat jus dan jualan,\u2019\u2019 ucapnya dengan penuh keyakinan. <strong>(www.jpipnetwork.id)<\/strong><\/p>\n<p>Arsip PDF :\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikhtiar Difabel Menuju Kemandirian di Dunia Inklusif Melepas banyak belenggu, para difabel ini kini tidak mau lagi menunggu. Mereka menatap masa depan seiring dengan pikiran yang makin terbuka. Mereka yakin bahwa kemandirian bukanlah kemustahilan. Simak lagi perjuangan tiga peserta Ayo Inklusif! berikut sebagaimana dikisahkan kepada Ahmad Faizin Karimi dari JPIP. Meluaskan Makna Nikmat Hidup MUHAMMAD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":823,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[38,1,34,7],"tags":[54,56,58,123,119,121,60],"class_list":["post-819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ayo-inklusif","category-umum","category-otonomi-update","category-publikasi","tag-ayo-inklusif","tag-jpip","tag-mitra-kunci","tag-psld-universitas-brawijaya","tag-saujana","tag-united-tractors","tag-usaid"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Muhamad-Iqbal-Tunanetra.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=819"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":891,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/819\/revisions\/891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}