    {"id":768,"date":"2018-09-04T00:06:41","date_gmt":"2018-09-03T17:06:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jpipnetwork.id\/?p=768"},"modified":"2022-08-16T10:15:11","modified_gmt":"2022-08-16T03:15:11","slug":"kemah-pemuda-bangunkan-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jpipnetwork.id\/?p=768","title":{"rendered":"Kemah Pemuda Bangunkan Jiwa"},"content":{"rendered":"<h2><strong>Liku-Liku Difabel Mengembangkan Diri Menuju Dunia Inklusif<\/strong><\/h2>\n<h5><strong>Seperti lari gawang, para difabel <\/strong><strong>ini merasa makin bisa melompati <\/strong><strong>halang rintang dari lingkungan. <\/strong><strong>Bahkan, kini mereka sibuk <\/strong><strong>menyiapkan kemandirian masa <\/strong><strong>depan. Ini kisah tiga peserta <\/strong><strong>kegiatan Ayo Inklusif! seperti <\/strong><strong>dituturkan kepada Ahmad Faizin <\/strong><strong>Karimi dari JPIP.<\/strong><\/h5>\n<h3><strong>Berjejaring ke Masa Depan<\/strong><\/h3>\n<p><strong>RAHMATULLAH<\/strong> sudah bisa mendinginkan hatinya. Bahkan, melangkah lebih jauh menatap masa depan. Pemuda tunadaksa wajah ini sudah menyerap pembekalan dari Ayo Inklusif! Klop dengan statusnya sebagai lulusan Teknik Informatika Universitas Nusantara PGRI Kediri, Rah matullah memilih kursus desain grafis dan kini magang di <em>Tabloid Nyata<\/em>.<\/p>\n<p>Dia berdamai dengan segala rintangan akibat kondisi fisiknya. Rahmatullah mengakui, dirinya pernah sakit hati, termasuk saat teman dan bahkan guru, mengejeknya. \u2019\u2019Mereka menirukan apa yang saya katakan, dengan maksud mengejek. Saya sakit hati waktu itu,\u2019\u2019 tuturnya saat ditemui di tempat tinggal sementaranya di Rusunawa Universitas Brawijaya (24\/8).<\/p>\n<p>Pemuda 25 tahun tersebut mendinginkan suasana hatinya dengan cara menyendiri. \u2019\u2019Biasanya kalau sudah bersedih, saya mengalihkan pikiran dengan cara introspeksi diri. Juga dengan <em>touring<\/em>,\u2019\u2019 ujar pemuda yang gemar bermotor jarak jauh itu.<\/p>\n<p>Mengikuti kegiatan Ayo Inklusif! membuat Rahmatullah makin mudah dalam menyikapi keadaan karena telah memahami dirinya. \u2019\u2019Program ini membantu dan menjembatani para penyandang disabilitas untuk berani keluar dari ketakutan mereka. Kami menjadi lebih terbuka kepada siapapun dan bisa membentuk jati diri,\u2019\u2019 terang pemuda asal Kediri tersebut.<\/p>\n<p>Program yang dirasa paling berkesan adalah mengikuti Kemah Pemuda (<em>Youth Camp<\/em>) di Malang yang dipimpin Saujana, anggota konsorsium Ayo Inklusif!. \u2019\u2019Karena dalam kemah itu, peserta membangun jiwa, mengembangkan keterampilan, dan kepribadian. Saya belajar menjadi manusia yang kuat dan bermental baja,\u2019\u2019 tegas nya.<\/p>\n<p>Pergaulannya juga meluas. Awalnya Rahmatullah berinteraksi terbatas dengan orang-orang terdekat, kini dengan teman sesama difabel dari kota berbeda-beda serta pegiat sosial antidiskriminasi dan kesetaraan hak publik. Berjejaring mereka saling menguatkan.<\/p>\n<p>Rahmatullah yakin karya desain, tekad besar, serta jejaringnya bernilai untuk modal terjun ke dunia kerja dan kemandirian. <strong>(*)<\/strong><\/p>\n<h3><strong>Terinspirasi Cerpenis Difabel<\/strong><\/h3>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"773\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=773\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty.jpg\" data-orig-size=\"822,583\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"qoute susanty\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty-300x213.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty.jpg\" class=\"size-medium wp-image-773 alignleft\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty-300x213.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty-300x213.jpg 300w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty-768x545.jpg 768w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty-816x579.jpg 816w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/qoute-susanty.jpg 822w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>SUSANTY OKTAVIA<\/strong> kini makin tegar. Segala ocehan kepada dirinya yang menyandang tunadaksa bawah dan juling ini tidak lagi menjadi penghalang besar langkahnya. \u2019\u2019Anak-anak kecil bilang, \u2019<em>Wis gedhe kok sik <\/em><em>mberangkang<\/em>\u2019 (sudah besar kok masih merangkak) sambil menunjukkan ekspresi takut. Lalu, orang tua mereka berkata \u2018<em>Lik <\/em><em>wedi ojo disawang<\/em>\u2019 (kalau takut jangan dilihat),\u2019\u2019 kenang Susanty saat ditemui di rumahnya di Bunulrejo, Malang, (24\/8).<\/p>\n<figure id=\"attachment_771\" aria-describedby=\"caption-attachment-771\" style=\"width: 284px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"771\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=771\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/SUSANTY-OKTAVIA-difabel-tunadaksa.jpg\" data-orig-size=\"603,900\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"SUSANTY OKTAVIA difabel tunadaksa\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"&lt;p&gt;SUSANTY OKTAVIA difabel tunadaksa&lt;\/p&gt;\n\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/SUSANTY-OKTAVIA-difabel-tunadaksa-201x300.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/SUSANTY-OKTAVIA-difabel-tunadaksa.jpg\" class=\" wp-image-771\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/SUSANTY-OKTAVIA-difabel-tunadaksa-201x300.jpg\" alt=\"\" width=\"284\" height=\"424\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/SUSANTY-OKTAVIA-difabel-tunadaksa-201x300.jpg 201w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/SUSANTY-OKTAVIA-difabel-tunadaksa.jpg 603w\" sizes=\"auto, (max-width: 284px) 100vw, 284px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-771\" class=\"wp-caption-text\">SUSANTY OKTAVIA difabel tunadaksa<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gadis 30 tahun itu menjawab dengan terus belajar kepada orang-orang yang tepat. Susanty ikut tampil di televisi saat menjadi asisten penulis almarhumah Ratna Indraswari Ibrahim. Ratna Indraswari adalah tuna daksa yang menjadi cerpenis terkemuka Indonesia. Dari Ratna, yang berkursi roda atau terbaring di tempat tidur saat berkarya, Susanty menyerap kegigihan untuk mandiri, bahkan berprestasi menonjol. Susanty sudah lama mencoba untuk menulis sastra dan kini sedang mengasahnya lewat praktik penulisan kreatif.<\/p>\n<p>Susanty juga terus maju meski infrastruktur yang tidak ramah penyandang disabilitas memunculkan kekhawatiran untuk bisa mandiri di luar rumah. \u2019\u2019Karena saya pengguna kursi roda, untuk bisa menaiki tempat bertangga, butuh bantuan orang. Kalau di tempat itu sepi, saya harus menunggu orang lewat untuk meminta bantuan,\u2019\u2019 ujar gadis yang bertekad menjadi penulis itu.<\/p>\n<p>Keikutsertaan dalam program Ayo Inklusif! makin meningkatkan keberaniannya beraktivitas di luar rumah. Termasuk mengikuti Kemah Pemuda (<em>Youth Camp<\/em>) di Malang yang dipimpin Saujana, anggota konsorsium Ayo Inklusif! \u2019\u2019Program ini menekankan agar kami berani keluar tanpa pendamping kalau memang bisa. Ikut program ini membuat orang tua saya percaya. Dulu orang tua ragu kalau saya bisa mandiri di luar rumah,\u2019\u2019 lanjutnya.<\/p>\n<p>Suroso, ayah Susanty, pun mengiyakan. \u2019\u2019Dulu belum percaya untuk melepas sendirian. Jadi, sekarang lebih leluasa, pikiran saya itu lebih bebas. Tidak memikirkan (macam-macam) seperti dulu,\u2019\u2019 tuturnya. <strong>(*)<\/strong><\/p>\n<h3><strong>Senyum Menuju Kemandirian<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_772\" aria-describedby=\"caption-attachment-772\" style=\"width: 240px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"772\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=772\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto.jpg\" data-orig-size=\"452,1189\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"FATRULLAH Budi Harianto\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"&lt;p&gt;FATRULLAH BUDI HARIANTO difabel tunadaksa&lt;\/p&gt;\n\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto-114x300.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto-389x1024.jpg\" class=\" wp-image-772\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto-114x300.jpg\" alt=\"\" width=\"240\" height=\"632\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto-114x300.jpg 114w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto-389x1024.jpg 389w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/FATRULLAH-Budi-Harianto.jpg 452w\" sizes=\"auto, (max-width: 240px) 100vw, 240px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-772\" class=\"wp-caption-text\">FATRULLAH BUDI HARIANTO difabel tunadaksa<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>FATRULLAH<\/strong> Budi Harianto, difabel asal Tajinan, Malang, pernah gentar dengan dunia luar. Dia selalu merisaukan pandangan orang kepadanya saat beraktivitas di luar rumah.<\/p>\n<p>Kekhawatiran sosok 29 tahun itu terbentuk karena sejak kecil dia sering merasakan ejekan teman-temannya tentang cara berjalan yang agak pincang dan bicaranya kurang jelas. Hal yang sempat membuat dia kerap bersedih. \u2019\u2019Lalu, berpikir mengapa ya saya berbeda dengan teman-teman saya itu,\u2019\u2019 ungkap bungsu tiga bersaudara tersebut saat di temui di Rusunawa Universitas Brawijaya (24\/8).<\/p>\n<p>\u2019\u2019Ayo Inklusif! ini membuat saya percaya diri,\u2019\u2019 ujar lulusan SMA Shalahuddin, Malang, 2008 itu. Dia terkesan dengan kegiatan Kemah Pemuda awal tahun ini. \u2019\u2019Karena dalam kegiatan itu, kita dibentuk untuk menyampaikan apa pun pendapat dan pikiran. Itu membuat kepercayaan diri meningkat,\u2019\u2019 lanjutnya. Hal tersebut membuat dia teringat kepada sosok sang ibu, Listianah (almarhumah), yang selalu mendorong untuk percaya diri dengan cara tidak membeda-bedakan dengan saudaranya yang lain.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"774\" data-permalink=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/?attachment_id=774\" data-orig-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-fatrullah.jpg\" data-orig-size=\"728,555\" data-comments-opened=\"0\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"quote fatrullah\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-fatrullah-300x229.jpg\" data-large-file=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-fatrullah.jpg\" class=\"size-medium wp-image-774 alignleft\" src=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-fatrullah-300x229.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"229\" srcset=\"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-fatrullah-300x229.jpg 300w, https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/quote-fatrullah.jpg 728w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Fatrullah pun akhirnya mampu membentuk sikap positif dalam menjalani kehidupan. \u2019\u2019Kondisi apa pun yang kita alami, tetaplah hadapi dengan senyuman,\u2019\u2019 pesannya. Raut wajahnya memang selalu ceria selama proses wawancara. Tentu saja tidak hanya senyuman, kini Fatrullah membangun menuju kemandirian dengan mengikuti pelatihan desain grafis dan magang di <em>Tabloid Nyata<\/em>.<\/p>\n<p>Fatrullah berusaha mandiri secara ekonomi. Jika dulu bekerja sebagai penjaga warnet, ke depan dia berencana membuka jasa desain grafis di dekat rumahnya. \u2019\u2019Peluangnya masih besar karena belum banyak usaha desain di sana,\u2019\u2019 ucapnya penuh keyakinan.<strong>(www.jpipnetwork.id)<\/strong><\/p>\n<p>Arsip PDF :\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liku-Liku Difabel Mengembangkan Diri Menuju Dunia Inklusif Seperti lari gawang, para difabel ini merasa makin bisa melompati halang rintang dari lingkungan. Bahkan, kini mereka sibuk menyiapkan kemandirian masa depan. Ini kisah tiga peserta kegiatan Ayo Inklusif! seperti dituturkan kepada Ahmad Faizin Karimi dari JPIP. Berjejaring ke Masa Depan RAHMATULLAH sudah bisa mendinginkan hatinya. Bahkan, melangkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":770,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[38,1,34,12,7],"tags":[54,117,56,58,123,119,121,60],"class_list":["post-768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ayo-inklusif","category-umum","category-otonomi-update","category-pelatihan-dan-seminar","category-publikasi","tag-ayo-inklusif","tag-cbm","tag-jpip","tag-mitra-kunci","tag-psld-universitas-brawijaya","tag-saujana","tag-united-tractors","tag-usaid"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jpipnetwork.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Rahmatullah-difabel-tunadaksa.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=768"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":892,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/768\/revisions\/892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jpipnetwork.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}